Makalah : Pengembangan Media Pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun
belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan
pekembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan
mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar,
audio visual, dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang
salah satu diantaranya melalui jaringan internet.
Salah satu bidang yang mendapat dampak yang
cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana
pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari
pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang
memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana
penyedian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. Beberapa
bagian unsur ini mendapat sentuhan media teknologi informasi, sehingga
mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning
(Utomo, 2001:17).
Media pembelajaran merupakan salah satu unsur
yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran
sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa.
Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan
menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses
belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan
rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis
terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran
akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan
isi pelajaran.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media
yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran
sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis
dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi
penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari
beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan
yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan
semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta
diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan
dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi
secara luas.
Untuk itulah maka kami mencoba membahas tentang
pengembangan media pendidikan yang meliputi :
1. Apa media pembelajaran ?
2. Mengapa media
pembelajaran diperlukan ?
3. Bagaimana pengembangan
media pembelajaran ?
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Untuk mengetahui makna media
pembelajaran
- Untuk mengetahui media
pembelajarn diperlukan dalam proses pembelajaran
- Untuk mengetahui pengembangan media pembelajara.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologi, kata media berasal dari bahasa
latin medius, dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang
berarti perantara atau pengantar. Sedangkan dalam bahasa Arab media diartikan wasaala,yang
artinya perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Adapun secara terminologi (istilah), beberapa
tokoh mengemukakan pengertian media pembelajaran sebagai berikut :
1.
Gagne menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dan
lingkungannya.
2.
Gerlach dan Ely (1971) mengatakan, media adalah manusia, materi,
atau kejadian yang membangun suatu kondisi atau membuat siswa mampu memperoleh
pengtahuan, keterampilan, atau sikap. Dlam pengertian ini, guru, buku
teks, ddan lingkungan sekolah merupakan media.
3.
Hamalik (1994), media pemebelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, fikiran, dan perasaan si pembelajar dalam kegiatan
belajar untuk mencapai tujuan pemebelajaran tertentu.
4.
Yusufhadi Miarso (2004) mengemukakan bahwa media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauna si belajar sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. (http://teknologi-pendidikan.wordpres.com)
Berdasarkan uraian para ahli di tersebut di
atas, amaka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran
adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungi untuk
memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan
pendidikan atau pemebelajaran dengan efektif dan efisien
2. Fungsi dan Peranan Media Pembelajaran
Pemakaian media pembelajaran dalam prose belajar
mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psokologis terhadap siswa. Disamping itu media pembelajaran juga dapat membantu
siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan datadengan menarik da terpercaya, memudahkan
penafsiran data, memadatkan informasi, serta membangkitkan motivasi dan minat
siswa dalam belajar (Kustandi & Sucipto, 2011:21).
Levie dan Letz (1982) yang dikutif oleh
Kustandi dan Sucipto (2011:25) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran,
khususnya media visual, yaitu :
a.
Fungsi atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat
kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau
lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informas yang
menyangkut masalah sosial atau ras.
c.
Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-emuan
penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar
pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat iformasi atau pesan yang
terkandung dalam gambar.
d.
Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil
penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks
membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam
teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pemebelajran brfungsi
untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima seta memahami isi
pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Adapun peranan media
dalam pembelajaran menurut Yusufhadi Miarso (2004) sebagai berikut :
a.
Memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita, sehingga
dapat berfungsi secara optimal.
b.
Mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta
didik.
c.
Media dapat melampaui batas ruang kelas, karena banyak hal yang
tak mungkin untuk dialami secara langsung di dalam kelas oleh siswa.
d.
Memungkinka adanya interaksi langsung antara siswa dan
ligkungannya.
e.
Memiliki keseragaman pengamatan.
f.
Membangkitkan keinginan dan minat baru.
g.
Membangkitkan motivasi dan merangsang untuk belajar.
h.
Memeberikan pengalaman yang integral/meyeluruh dari sesuatu yang
konkrit maupun abstrak.
i.
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mandiri. Pada
tempat dan waktu serta kecepatan yang ditentukan sendiri.
j.
Meningkatkan kemampuan keterbatasan baru (new literacy)
k.
Meningkatkan efek sosialisasi, yaitu dengan meningkatkannya
keadraran akan dinia sekitar
l.
Dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru maupun siswa. (http/www.infoskripsi.com/Kajian-Pustaka-Media-Pembelajaran.html)
3. Klasifikasi Media
pembelajaran
Pada saat ini kta diahadapkan pada piliahn medai
yang abnyak sekali. Berbagai usah telah dilakukan untuk membagi-bagi media
dalam klasifikasi, katagiri atau golongan tertentu, didasarkan pada
kemampuannya, bentuk fisik, biaya, dan sebagainya. Salah satu penggolongan
media yang dilakukan oleh Schramm, yaitu :
a. Media besar, dimana media ini memerlukan biaya investasi besar dan
perlu digunakan secara meluas untuk mencapai skala ekonomis.
b. Media kecil, yaitu media yang sederhana dan
dapat dipakai secara lebih luwes. (http://teknologi_pendidikan.wordpres.com/2006/03/21-prinsip-pengemba-ngan-media-pendidikan-sebuah
pengantar-0.html)
Menurut Haney dan Ullmer ada tiga katagori utama
berbagai bentuk media pemebeajaran, yaitu :
a.
Media yang mampu menyajikan informasi (media penyaji). Yang
termasuk pada media penyaji diantaranya : Grafis, bahan cetak dan gambar diam
(kelompok satu), media proyeksi dian seperti film bingkai (slides), film
rangkai dan transparansi (kelompok dua), Media Audio (kelompok tiga), audio
ditambah media visual diam (kelompok empat), Gambar hidup (flim) termasuk
pada kelompok lima, kelompok enam televisi, dan kelompok tujuh yaitu multimedia
b.
Media yang mengandung informasi (media objek). Yang termasuk
pada media objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi, tidak dalam
bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknyaseperti ukurannya, beratnya,
bentuknya, susunannya, warnanya, fungsinya dan sebagainya.
c.
Media yang memungkinkan untuk berinteraksi (media interaktif). Adapun
yang termasuk apada media interaktifyaitu yang mempunyai karakteristik
terpenting ialah bahwa siswa tidak hanya memerhatikan penyajian atau objek,
tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran. (http://priadnadrs.blogspot.com/2011/07/makalah-media-pembelajaran-8072.html)
Jerold Kemp dan Diane K Dayton (dalam http/www.infoskripsi.com/
kajian-pustaka-media-pembelajaran.html.), mengemukakan klasifikasi jenis
media sebagai berikut :
a.
Media cetak
b.
Media yang dipamerkan.
c.
Overhead transparancy.
d.
Rekaman suara.
e.
Side suara dan film strip.
f.
Presentasi multi gambar.
g.
Video film.
- Pembelajaran berbasis komputer
(computer based learning)
B.
Pengembangan Media
Pembelajaran
1.
Media Berbasis Visual
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang
ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk,
seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis. Grafik, bagan, chart, dan
gabungan dari dua bentuk atau lebih. Unsur-unsur visual yang harus
dipertimbangkan menurut Kustandi dan Sutjipto (2011:104), adalah :
a. Kesederhanaan
Secara umum,
kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu
visualisasi. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan
memahami pesan yang disajikan visual itu. Pesan atau informasi,teks yang
menyertai bahan visual, penggunaan kata harus dengan huruf yang mudah dipahami.
b.
Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada
hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen visual, ketika diamati akan
berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan
menyatu sebagai suatu keseluruhan, sehingga sajian visual itu merupakan suatu
bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan dapat membantu pemahaman pesan serta informasi
yang dikandunnya.
c.
Penekanan.
Meskipun
penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, namun seringkali konsep yang
ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan
menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan,
persfektif, warna, atau ruang, penekanan dapat diberikan kepada unsur
terpenting.
d.
Keseimbangan
Bentuk
atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan
persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
e.
Bentuk
Bentuk
yang aneh atau asing bagi siswa, dapat membangkitkan minat dan perhatian. Oleh
karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan,
informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
f.
Garis.
Garis
digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur, sehingga dapat menuntun perhatian
siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
g.
Tekstur
Tekstur
adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus. Tekstur
dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
h.
Warna.
Warna
digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan, atau untuk membangun
keterpaduan.
2.
Media Berbasis Audio Visual
Media audio visual
merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita
membeli tafe dan peralatan yang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu
lagi biaya tambahan, karena tife dapat dihapus setelah digunakan dan
pesan baru dapat diterima kembali. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk
mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan :
a. Mengembangkan
keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b. Mengatur dan
mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para
ahli yang berada jauh dari lokasi.
c. Menjadikan model yang
akan ditiru oleh siswa
d. Menyiapkan variasi yang
menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan
atau suatu masalah.
(http://priadnadrs.blogspot.com/2011/07/makalah-media-pembelajaran-8072.html)
3.
Media Berbasis Komputer
Kemajuan media komputer
memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada
tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya
yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan
teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam
kegiatan pembelajaran. Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran
terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi
pengelola pengajaran berbasis komputer :
a.
Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
b.
Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat
yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
c.
Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu
pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan
pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian
program.
Bentuk interaksi yang
dapat diaplikasikan :
a.
Praktek dan latihan (drill
& practice)
b.
Tutorial
c.
Permainan (games)
d.
Simulasi (simulation)
e.
Penemuan (discovery)
f. Pemecahan Masalah (Problem Solving)
(http://priadnadrs.blogspot.com/2011/07/makalah-media-pembelajaran-8072.html)
Pengajaran berbatuan
komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para ahli sejak beberapa
dekade yang lalu, karena dengan bantuan komputer ini proses pengajaran berjalan
lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang mandiri.
Dengan perkembangan
teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan juga berkembang, sehingga proses
pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya, namun
secara garis besarnya, dapat dikatergorikan menjadi dua, yaitu computer-based training (CBT) dan Web-based training (WBT).
4.
Media Pembelajaran Berbasis Edutainment
Pemakaian media pembelajaran dalam proses
belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan
rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis
terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran
akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan
isi pelajaran.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, komputer
dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Komputer sebagai media
pembelajaran pemanfaatannya meliputi penyaji informasi, simulasi, latihan, dan
permainan belajar.
Media pembelajaran yang sekiranya sesuai dengan
era teknologi informasi adalah media berbasis edutainment yang menggabungkan
prinsip hiburan dengan pendidikan. Harapannya, dengan adanya unsur hiburan,
media berbasis edutainment akan lebih disukai siswa dibanding software
pembelajaran biasa.
Edutainment dirancang khusus untuk
tujuan pendidikan yang penyajiannya diramu dengan unsur-unsur hiburan sesuai
dengan materinya. Masuknya komputer dalam proses belajar mengajar dapat
menciptakan suasana yang menyenangkan karena siswa dapat mengatur kecepatan
belajar sesuai dengan kemampuannya. Gambar dan suara yang muncul membuat siswa
tidak cepat bosan, sebaliknya justru merangsang untuk mengetahui lebih jauh
lagi.
Media yang mampu berperan sebagai tutor maupun
ensiklopedia, akan menyediakan informasi dan umpan balik kepada siswa secara
cepat. Siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan secara pasif. Mereka harus
berpikir, dan merespon. Akan tetapi media yang berbasis edutainment tidak
menutup kemungkinan untuk didesain bagi siswa yang kurang aktif di kelas yaitu
dengan memberikan simulasi yang bermakna serta interaktivitas media yang baik.
Media maupun program yang mengajarkan konsep
abstrak akan sangat mendukung proses belajar mengajar. Penerapan persamaan
linear satu variabel di buku maupun yang diajarkan guru di kelas akan terasa
lebih konkret. Melalui program ini siswa diharapkan dapat membuat persamaan
sendiri dan menetapkan variabel yang digunakan sehingga muncullah penyelesaian
dari persamaan yang dibuat oleh siswa tersebut. Siswa juga bisa memilih materi
yang akan dipelajari dan melewati materi yang sudah dikuasi sehingga mereka
tidak jenuh dengan materi yang mereka rasa mudah. Dengan cara belajar yang
demikian, siswa akan mampu mengontrol pembelajaran mereka sendiri.
Dalam pengembangannya, media yang berbasis
edutainment diharapkan sesuai dengan karakteristik siswa seperti tingkat
kepandaian, kematangan, serta penguasaan materi prasyarat sehingga mampu
mengantarkan siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar.
Media berbasis edutaintment yang dibuat
diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar mandiri dan memecahkan
masalah. Di dalam penggunaan media ini, siswa dapat menentukan sendiri apa yang
hendak dilakukan. Dengan demikian siswa akan belajar menganalisis, melihat
permasalahan dan menemukan alternatif yang merupakan langkah pemecahan masalah.
Adanya pengambilan tindakan tersebut, kemampuan siswa untuk memecahkan masalah
akan meningkat.
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar
mengajar dan berfungi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga
dapat mencapai tujuan pendidikan atau pemebelajaran dengan efektif dan efisien.
2.
Peranan atau manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di
dalam proses belajar mengajar, sebagai berikut :
a. Media pembelajaran dapat
memperjelas penyajian pesan dan informasi, sehingga dapat memperlancar serta
meningkatkan proses dan hasil belajar.
b. Media pembelajaran dapat
meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak, sehingga dapat menimbulkan
motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya,
dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri sendiri sesuai denagn kemampuan dan
minatnya.
c. Media pembelajaran dapat
mengatasi keterbatasn indera, ruang, dan waktu.
d. Media pembelajaran dapat
memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di
lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru
dan masyarakat serta lingkungannya, seperti melalui karyawisata,
kunjungan-kunjungan ke mueum atau kebun binatang.
3. Secara umum media
pembelajaran dapat dikelompokan media menjadi 5 macam, yaitu :
a. Media Audio, yang
mengandalkan kemampuan suara seperti radio, kaset,dsb
b. Media visual yaiu medai
yang menampilkan gambar diam seperti , foto, lukisan dan sebagainya.
c. Media audio-video yaitu
media yang menampilkan suara dan gambar seperti film, video dan sebagainya.
d. Media berbasis komputer
yaitu media pembelajaran berbantuan computer.
e. Media berbasis
edutaiment, yang menggabungkan prinsip hiburan dengan pendidikan.
4. Pengembangan Media
Pembelajaran
a. Media Berbasis Visual. Visualisasi
pesan, informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat
dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi,
sketsa/gambar garis. Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau
lebih.
b. Media Berbasis Audio
Visual. Media audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan
terjangkau. Sekali kita membeli tafe dan peralatan yang murah dan terjangkau
mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan, karena tife dapat dihapus setelah
digunakan dan pesan baru dapat diterima kembali.
c. Media Berbasis Komputer.
Pengajaran berbatuan komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para
ahli sejak beberapa dekade yang lalu, karena dengan bantuan komputer ini proses
pengajaran berjalan lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang
mandiri. Dengan perkembangan teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan
juga berkembang, sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus
menuju kesempurnaannya, namun secara garis besarnya, dapat dikatergorikan
menjadi dua, yaitu computer-based
training (CBT) dan Web-based training
(WBT).
d. Media Berbasis
Edutaiment. Media pembelajaran yang sekiranya sesuai dengan era teknologi
informasi adalah media berbasis edutainment yang menggabungkan prinsip hiburan
dengan pendidikan. Harapannya, dengan adanya unsur hiburan, media berbasis
edutainment akan lebih disukai siswa dibanding software pembelajaran biasa.
DAFTAR PUSTAKA
Utomo, Junaedi, (2001). Dampak Internet Terhadap pendidikan:
Transparansi dan Evolusi, Seminar Nasional Universitas Atma Jaya
Yogyakarta, 7 April 2001.
Kustandi dan Sutjipto
(2011). Media Pembelajaran Manual dan
Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
http://priadnadrs.blogspot.com/2011/07/makalah-media-pembelajaran-8072.html
http://www.infoskripsi.com/kajian-pustaka-media-pembelajaran.html
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda