Makalah : ILMU FALAK (ALAT-ALAT UNTUK MENENTUKAN RUKYAT)

 ILMU FALAK (ALAT-ALAT UNTUK MENENTUKAN RUKYAT)

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Ilmu Hisab atau biasa disebut Ilmu Falak, ilmu miqot, ilmu rasd dan ilmu haiah, bahkan sering pula disamakan dengan astronomi yang adalam bahasa kitabnya disebut “falaq al-ilmi” merupakan salah satu ilmu keislaman yang terlupakan. Padahal ilmu ini telah dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim sejak abad keemasan. Pada saat itu perkembangan ilmu falak menandai majunya peradaban Islam yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan tingkat dunia seperti Al-Khwarizmi, Nashiruddin At-Thusi, Al-Farghani, Al Biruni dan lain-lain yang saat itu dunia barat masih dalam masa kegelapan[1].

Hisab berasal dari bahasa arab yang berarti menghitung sedangkan Falak artinya tempat jalannya bintang (garis edar benda-benda langit). Ilmu hisab/falak disebut juga Astronomi, dari bahasa Yunani (astro=bintang ; nomos=ilmu) yakni ilmu perbintangan.

Ilmu falak/ilmu hisab atau kita sebut hisab saja adalah salah satu ilmu yang mempelajari perhitungan gerak benda-benda langit berdasarkan garis edarnya. Benda-benda langit yang dimaksud adalah matahari, bulan, planet dan lain-lainnya. Ilmu hisab yang akan kita bahas disini hanya sebatas ilmu hisab yang berhubungn dengan Ibadah-ibadah syar'i, yakni sekitar perjalanan matahari dan bulan yang notabene berhubungan dengan waktu sholat fardlu, penentuan arah qiblat, sholat gerhana serta awal bulan qomariyah[2].

Dalam ilmu falak ini membutuhkan alat atau benda yang digunakan untuk mengukur akan benda langit (bintang). Alat tersebut digunakan untuk memudahkan dalam menentukan atau mengukur waktu shalat fardlu, penentuan arah qiblat, shalat gerhana serta awal bulan qamariyah.

Oleh hal tersebut di atas, maka penulis ingin mengkaji lebih jauh lagi mengenai alat-alat yang digunakan untuk menentukan atau mengukur dalam ilmu hisab/falak.

 

B.     Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dalam penulisan ini sebagai berikut :

1.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk menentukan rukyat?

2.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk menentukan arah kiblat?

3.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk mengukur waktu dan koordinat tempat?

4.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian tempat?

 

C.    Tujuan Pembahasan

Adapun tujuan dalam penulisan ini sebagai berikut :

1.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk menentukan rukyat?

2.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk menentukan arah kiblat?

3.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk mengukur waktu dan koordinat tempat?

4.      Apakah alat-alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian tempat?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Alat-alat Menentukan Rukyat

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya[3].

Beberapa peralatan/instrument yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan rukyat diantaranya :

1.      Altimeter

Altimeter adalah alat pengukur ketinggian tempat dari permukaan laut. Alat ini bersifat barometik, artinya pengukuran tinggi tempat yang didasarkan pada tekanan udara suatu tempat dibandingkan dengan tempat lainnya, misalnya permukaan air laut. Oleh karena itu, pada saat alat ini dipasang, kondisi udara pada tempat yang dicari ketinggiannya dengan tempat yang menjadi standar haruslah sama. Kondisi udara yang baik untuk setiap tempat adalah sekitar jam 10:00.

2.      Binokuler

Binokuler adalah alat bantu untuk melihat benda-benda yang jauh. Binokuler ini menggunakan lensa dan prisma. Alat ini berguna untuk memperjelas obyek pandangan. Sehingga bisa digunakan untuk pelaksanaan rukyatul hilal.

3.      Busur derajat

Busur derajat setengah lingkaran dan busur derajat lingkaran penuh untuk membantu membuat garis orientasi arah hilal. Busur ini berdiameter lebih kurang 1 m agar diperoleh hasil ukur yang lebih teliti.

4.      Gawang lokasi

Berbentuk segi empat dengan tiang di bawahnya digunakan untuk orientasi pandangan lokasi hilal. Caranya dengan menempatkan alat di depan pengamat saat matahari terbenam dan pengamat akan melihat terus ke arah bingkai rukyat yang bisa diatur turun mengikuti gerakan hilal sampai terlihatnya hilal. Diperlukan kemampuan khusus mengoperasikan alat ini mengikuti arah gerakan hilal.

5.      GPS (Global Positioning System)

GPS (Global Positioning System) dapat menampilkan data geografis sebuah titik lokasi di permukaan bumi via satelit secara akurat. Alat ini dapat digunakan untuk mengetahui koordinat lintang dan bujur tempat suatu lokasi.

6.      Jam digital

Untuk mengukur waktu saat rukyatul hilal sebaiknya digunakan jam portabel digital dengan tampilan layar yang cukup besar. Sekarang model jam ini banyak dijual di pasaran dengan harga yang sangat murah. Lebih diutamakan jam yang memiliki lampu sehingga terlihat terang saat matahari sudah tenggelam. Yang paling penting adalah mengkalibrasi /sinkronisasi jam sesuai waktu internet atau jam RRI atau TVRI atau menghubungi 105. Dengan cukup mencocokkan jam dan menitnya saja agar sesuai dengan hasil hisab.

7.      Jam Istiwa’/Jam Surya 

Disebut juga dengan jam matahari (sundial) karena cara kerja alat ini adalah menggunakan bayangan matahari yang membentuk sudut tertentu.

8.      Kalkulator

Kalkulator merupakan alat bantu hitung yang paling praktis untuk menyelesaikan rumus-rumus hisab. Hanya saja untuk keperluan ini dipilih kalkulator scientific dengan cirinya ada tombol sin, cos, dan tan. Untuk keperluan ilmu hisab sangat dianjurkan kalkulator scientific 12 digit. Akan lebih praktis lagi seandainya kalkulator juga dilengkapi dengan fasilitas pembuatan program untuk rumus-rumus yang ada.

9.      Kompas

Kompas digunakan untuk menunjukkan arah Barat khususnya pada kondisi titik terbenamnya matahari tidak teridentifikasi. Dengan bantuan kompas sudut azimuth matahari dan hilal dapat diidentifikasi, ini akan mempermudah orientasi pencarian lokasi hilal.

10.  Komputer

Komputer merupakan alat bantu hitung canggih yang juga harus dimanfaatkan. Dengan program komputer ini, dalam waktu beberapa detik dapat diketahui posisi hilal, ketinggian dan azimuthnya, waktu matahari terbenam, kapan hilal terbenam, berapa kuat cahaya hilal dibandingkan dengan cahaya bulan purnama dan sebagainya. Komputer bisa digunakan untuk pembuatan software (program) maupun untuk menampilkan software-software ilmu hisab yang ada. Perkembangan teknologi membuat perhitungan falak yang semula sulit menjadi mudah.

11.  Meteran 

Alat ukur panjang (meteran) sangat diperlukan saat melakukan kegiatan rukyatul hilal terutama saat pemasangan gawang rukyat. Pembuatan garis-garis orientasi arah hilal dibuat dengan membuat garis lintas arah mata angin menggunakan arah matahari terbenam.

12.  Rubu’ mujayyab

Rubu’ mujayyab adalah suatu alat hitung yang berbentuk segiempat lingkaran untuk hitungan goneometris. Rubu’ ini biasanya terbuat dari kayu atau semacamnya yang salah satu mukanya dibuat garis-garis skala sedemikian rupa. Sebagai alat peninggalan peradaban falak Islam masa lalu, rubu’ ternyata mampu menyelesaikan hitungan-hitungan trigonometri yang cukup teliti untuk masa itu. Alat ini sangat berguna untuk memproyeksikan peredaran benda-benda langit pada bidang vertikal. Alat ini termasuk kuno peninggalan ahli-ahli Falak Islam jaman dulu. Saat rukyatul hilal rubu’ digunakan untuk mengukur sudut ketinggian hilal (irtifa'). Sering disebut dengan istilah kuadrant. 

13.  Sektan

Sektan adalah sebuah perkakas astronomi yang dapat digunakan untuk menentukan jarak sudut sebuah benda langit dari horizon. Sektan ini bisa digunakan pula untuk mengarahkan pandangan ketika pelaksanaan rukyatul hilal.

14.  Theodolit

Peralatan ini termasuk modern karena dapat mengukur sudut azimuth dan ketinggian/altitude (irtifa') secara lebih teliti dibanding kompas dan rubu’. Theodolit yang modern dilengkapi pengukur sudut secara digital dan teropong pengintai yang cukup kuat.

15.  Teleskop 

Teleskop adalah alat bantu untuk melihat benda-benda yang jauh. Teleskop ini menggunakan lensa yang berguna untuk memperjelas objek pandangan. Teleskop rukyat tidak berbeda dengan teleskop astronomi pada umumnya yang juga disebut teropong bintang namun dudukannya dirancang dapat bergerak 2 sumbu yaitu naik-turun (altitude) dan horisontal (azimuth) sehingga disebut dudukan alt-azimuth. Berbeda dengan jenis sumbu yang sering dipakai dalam astronomi yaitu menggunakan 3 sumbu yang disebut dudukan equatorial (EQ mount). Kekuatan teleskop dinyatakan dengan diameter lensa obyektif untuk refraktor dan diameter cermin obyektif untuk reflektor serta jarak fokur obyektif. Teleskop dengan spesifikasi 12"/3000 artinya diameter lensa/cermin adalah 8" (sekitar 30 cm) dan jarak fokusnya 3000 mm. Kekuatan teleskop juga dinyatakan dengan pembesaran maksimumnya misalnya 500x dsb. Berdasarkan pengalaman lapangan teleskop tidak selalu efektif digunakan untuk rukyatul hilal. Hal ini mengingat ukuran hilal sudah cukup besar sekitar 30 arcminute atau 0,5 derajat busur sehingga dengan pembesaran 50x saja bulatan bulan sudah menutup medan pandang teleskop. Sebab yang diperlukan sebenarnya adalah bukan pembesaran obyek melainkan penguatan cahaya hilal yang sangat lemah dikuatkan oleh teleskop sehingga dapat terlihat oleh pengamat. Oleh sebab itu sangat cocok digunakan untuk rukyat adalah teleskop yang memiliki diameter lensa/cermin cukup besar agar dapat mengumpulkan cahaya lebih banyak serta memiliki medan pandang sekitar 1°saja.

16.  Tongkat istiwa

Tongkat istiwa adalah alat sederhana yang terbuat dari tongkat yang ditancapkan tegak lurus pada bidang datar dan diletakkan di tempat tebuka agar mendapat sinar matahari. Alat ini berguna untuk menentukan waktu matahari hakiki, menentukan titik arah mata angin, dan menentukan tinggi matahari.

17.  Waterpass

Waterpass digunakan untuk menstabilkan peralatan agar betul-betul datar posisinya.

Pengamatan kondisi perawanan terutama di langit barat tempat tenggelamnya matahari merupakan hal yang paling penting saat pelaksanaan rukyatul hilal, sebab tanpa kondisi langit yang cerah pengamatan hilal akan mengalami kesulitan bahkan mustahil dilakukan. Oleh sebab itulah maka perukyat juga dituntut memiliki pengetahuan meteorologi atau ilmu cuaca[4].

 

B.     Alat-alat yang Menentukan Arah Kiblat

Alat-alat menentukan arah kiblat pada dasarnya menggunakan dua metode penentuan arah kiblat, yaitu memanfaatkan bayang-bayang kiblat dan memanfaatkan arah utara geografis. Dengan teknologi modern sekarang ini banyak bermunculan alat-alat yang menunjang dalam menunjukkan arah kiblat, seperti theodolit dan GPS (Global Positioning System). Alat-alat tersebut dapat memberikan informasi data dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi bila diperbandingkan dengan alat-alat konvensional yang digunakan oleh orang-orang zaman dahulu dalam menentukan arah kiblat[5].

Alat pengukur arah kiblat pada prinsipnya adalah alat yang dapat mengetahui arah mata angin. Terdapat beberapa jenis alat yang biasa digunakan untuk mengukur arah kiblat misalnya : 

1.      Kompas Magnetik

Kompas ini adalah paling banyak digunakan untuk keperluan memandu arah mata angin. Kini bermacam-macam jenis kompas magnetik dijual di pasaran. Kompas magnetik bekerja berdasarkan kemuatan magnet bumi yang membuat jarum magnet yang terdapat pada jenis kompas megnetik ini selalu menunjuk ke arah Utara dan Selatan. Kompas magnetik dalam praktisnya juga sangat dipengaruhi oleh medan magnetik lokal dan deklinasi magnetik secara global, sehingga pada setiap pengukuran angka pada kompas magnetik harus dikurangi angka deklinasi tersebut.

2.      Kalibrasi Kompas

Peralatan kompas yang menggunakan sistem magnet tersebut harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi adalah membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat lain yang dijadikan standard. Kalibrasi tentunya harus menggunakan peralatan yang lebih teliti misalnya menggunakan piranti Global Positioning System (GPS) atau piranti Theodolit. Kalibrasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan arah matahari terbit maupun terbenam pada saat-saat tertentu misalnya saat matahari terbit dan terbenam di arah Timur dan Barat.

3.      Kompas Digital 

Model kompas dengan menggunakan sistem digital dan dipandu langsung oleh keberadaan satelit. Sistem pemandu ini dinamakan Global Positioning Sistem (GPS). Salah satunya adalah aplikasi yang dimiliki oleh salah satu merk ponsel terkenal. Dengan menginstall aplikasi tertentu maka ponsel tersebut tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi serta hiburan lewat tayangan film dan musiknya namun ponsel tersebut kini dapat berfungsi sebagai kompas yang dapat memandu langsung posisi arah kiblat secara presisi dimanapun kita berada. Bahkan ia juga dilengkapi dengan fitur jadwal shalat dan secara ortomatis akan mengumandangkan adzan saat waktu shalat tiba. Tidak hanya ponsel, aplikasi arah kiblat kini juga dikemas dalam sebuah jam tangan maupun gantungan kunci  yang mampu menunjukkan arah kiblat secara presisi.

4.      Global Positioning Sistem (GPS)

Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem pemandu arah (navigasi) yang memanfaatka teknologi satelit.  Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan posisi orbit tertentu dari satelit-satelit ini maka satelit yang melayani GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi, ketinggian dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi. Nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (Navigational Satellite Timing and Ranging Global Positioning System; ada juga yang mengartikan "Navigation System Using Timing and Ranging.") Dari perbedaan singkatan itu, orang lebih mengenal cukup dengan nama GPS.              

5.      Theodolit

Theodolit adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut horisontal (Horizontal Angle = HA) dan sudut vertikal (Vertical Angle = VA). Alat ini banyak digunakan sebagai piranti pemetaan pada survey geologi dan geodesi.  Dengan berpedoman pada posisi dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari sebagai acuan atau dengan bantuan satelit-satelit GPS maka theodolit akan menjadi alat yang dapat mengetahui arah secara presisi hingga skala detik busur (1/3600 °).

Theodolit terdiri dari sebuah teleskop kecil yang terpasang pada sebuah dudukan. Saat teleskop kecil ini diarahkan maka angka kedudukan vertikal dan horintal akan berubah sesuai perubahan sudut pergerakannya. Setelah theodolit berskala analog maka kini banyak diproduksi theodolit dengan menggunakan teknologi digital sehingga pembacaan skala jauh lebih mudah.  Beberapa merk theodolit misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia.

6.      Pointing Titik Utara Sejati

Untuk pengukuran arah kiblat maka yang diperlukan hanya skala sudut horisontalnya atau Horizontal Angle (HA). Pointing terhadap titik Utara bisanya dilakukan dengan mengarahkan theodolit ke matahari dan dicari berapa azimuth matahari saat itu untuk dicocokkan sehingga bisa diketahui arah utara sejatinya (True North). Pointing juga bisa dilakukan dengan menggunakan kompas yang biasanya terpasang di atas theodolit.

7.       Total Station

Alat ini merupakan langkah maju dan modernisasi dari theodolit. Total Station dilengkapi dengan piranti Global positioning System (GPS) sebagai pemandu arah dan posisi serta peningkatan dalam hal akurasi. Alat ini juga dilengkapi dengan penjejak jarak otomatis menggunakan laser. Pada teleskopnya juga dilengkapi dengan sensor CCD sehingga saat pembidikan cukup dilihat lewat layar monitor. Alat ini bahkan mampu menyimpan data-data hasil pengukuran dalam memorinya yang sudah serba komputerisasi.

Untuk pengukuran arah kiblat alat ini akan langsung mencari sendiri kemana arah kiblat dan arah shaff shalat langsung dari dalam bangunan masjid dengan tingkat akurasi yang tinggi. Beberapa merk Total Station misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia. 


C.    Alat-alat Mengukur Waktu dan Koordinat Tempat

Perputaran bumi mengelilingi matahari atau revolusi, sedangkan perputaran bumi mengelilingi porosnya adalah rotasi. Kedua pergerakan ini menyebabkan adanya waktu siang dan malam serta perbedaan waktu yang lainnya.

Sebelum adanya pengukuran waktu, orang di zaman dahulu mengukur dengan melihat pergerakan bumi dan bulan. Pada saat ini ketika zaman telah berubah dan lebih modern, pengukuran waktu lebih mudah untuk di terjemahkan. Adapun alat pengukuran waktu yang digunakan dari masa ke masa yaitu :

1.      Jam alam atau jam matahari

Jam ini diciptakan oleh orang mesir sekitar 3.000 tahun yang lalu. Jam matahari akan bekerja dengan baik saat matahari bersinar, sebaliknya pada saat malam hari atau cuaca mendung, jam ini tidak dapat bekerja dengan baik.

2.      Jam Pasir

Jam ini digunakan oleh masyarakat abad pertengahan. Jam ini hanya dapat digunakan untuk mengukur waktu yang pendek. Setelah dikembangkan jam mekanik maka jam pasir ini tidak lagi digunakan.

3.      Jam atom

Jam atom diukur oleh banyaknya gelombang elektronik yang diserap oleh atom. Jam ini menggunakan gerakan atom dari zat-zat sesium yang bergetar lebih dari sembilan miliar kali setiap detiknya. Jam atom merupakan jam paling akurat di dunia karena dibuat di laboratorium khusus.

4.      Jam mekanik

Jam mekanik pertama dibuat pada akhir abad ke 13. Jam ini digunakan untuk keperluan umum sehingga biasanya diletakkan di menara atau ditempat umum dimana orang dapat dengan mudah melihatnya[6].

Penetapan awal dan akhir dari waktu shalat itu, dilihat dari pergerakan matahari, bulan, dan bintang. Penentuan waktu shalat seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an, hadist-hadist Nabi Muhammad,SAW, dan berdasarkan berbagai penelitian dalam ilmu falak. maka dapat dijelaskan secara rinci ketentuan waktu shalat, sebagai berikut :

1)      Awal Waktu Zuhur

Waktu zuhur dimulai apabila matahari tergelincir pada tengah hari tepat. Dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 78 difirmankan dengan “Lidulikisysyamsi” yakni sejak tergelincir matahari.

2)      Awal Waktu Ashar

Waktu ashar selama matahari belum menguning. Dalam H.R Tirmidzi, waktu ashar dimulai apabila panjang bayangan sebuah benda sama dengan bendanya. Dalam surah Qaaf ayat 39 disebutkan “qablaghuruub” yakni sampai sebelum matahari terbenam.

3)      Awal Waktu Maghrib

Dimulai sejak matahari terbenam atau seperti yang disebutkan dalam surah Hud ayat 114 “Zulafam minal lail” yakni bagian permulaan malam yang ditandai dengan terbenamnya matahari atau kelihatnya mega merah di langit.

4)      Awal Waktu Isya

Dimulai sejak hilangnya syafaq (mega merah) pada awan dilangit bagian barat dan berakhir saat datangnya fajar.

5)      Awal Waktu Subuh

Dimulai sejak terbit fajar dan berakhir saat terbit matahari. Atau ketika menghilangnya dan meredupnya bintang-bintang dan berakhir ketika terbitnya matahari[7].

Adapun dalam penentuan tempat atau titik koordinat berpedoman pada garis latitude dan longitude suatu daerah. Kaitannya dengan latitude dan longitude adalah, kedua garis lintang dan bujur inilah (latitude = garis lintang, longitude = garis bujur) yang menentukan di perolehnya suatu nilai derajat dari suatu titik yang diukur.

Adapun alat untuk mencari titik koordinat yaitu :

1.      Menggunakan Aplikasi Android

Ponsel android ber GPS, akan sangat di mudahkan dalam mencari letak garis  Latitude dan Longitude. Ada sebuah aplikasi gratis yang sangat bermanfaat untuk menentukan letak garis koordinat. Aplikasi One Touch Location merupakan aplikasi yang sangat berguna untuk mencari titik koordinat. Interfacenya yang sederhana membuat aplikasi ini sangat cepat untuk menentukan lokasi suatu tempat. Selain mencari titik lokasi, hasil pencarian bisa langsun di irim dengan menggunakan email, sms dan ke akun-akun lainya.

2.      Menggunakan Apilkasi Winsows Phone

Ponsel Windows Phone, bisa memanfaatkan banyak aplikasi di market place. Aplikasi untuk menentukan titik koordinat adalah GPS  SATELLITE. 

3.      Menggunakan Browser

Penggunaan browser bisa mencari letak lokasi suatu daerah dengan bantuan browser computer dengan memasukkan alamat situs  dan search lokasi tempat tinggal yang anda cari. Setelah itu cari lokasi di mana titik akan di cari, usahakan letak lokasi berada di tengah dari browser. Catat lokasi titik koordinat yang berada di address bar. Hasil dari browser ada dua yang di batasi koma. Angka di bagian depan adalah garis Lintang atau di sebut latitude, dan garis setelah koma di adalah garis Bujur atau disebut Longitude[8].


D.    Alat-alat Mengukur Ketinggian Tempat

Pengukuran Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut dan tekanan udara lokasi rukyat dengan menggunakan Altimeter. Altimeter merupakan alat pengukur ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi. Pada medan yang bergunung tinggi, resection dengan menggunakan kompas tidak banyak membantu.

Alat ini bersifat barometik, artinya pengukuran tinggi tempat yang didasarkan pada tekanan udara suatu tempat dibandingkan dengan tempat lainnya, misalnya permukaan air laut. Oleh karena itu, pada saat alat ini dipasang, kondisi udara pada tempat yang dicari ketinggiannya dengan tempat yang menjadi standar haruslah sama. Kondisi udara yang baik untuk setiap tempat adalah sekitar jam 10:00. Jarak tempat yang akan dicari ketinggiannya dengan tempat yang menjadi standar juga sangat mempengaruhi ketepatan penggunaan alat ini, sebab semakin jauh jarak antara kedua tersebut, kemungkinan perbedaan kondisi udaranya akan semakin besar. Oleh karena itu sukarnya menentukan kesamaan kondisi udara tersebut maka hasil dari penggunaan alat ini hanyalah merupakan ertimit saja, tidak pasti. Yang lebih pasti dan teliti dalam menentukan ketinggi tempat adalah dengan menggunakan theidilit, dan dilakukan secara estafet[9].


 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Beberapa peralatan/instrument yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan rukyat diantaranya : Altimeter, Binokuler, Busur derajat, Gawang lokasi, GPS (Global Positioning System), Jam digital, Jam Istiwa’/Jam Surya, Kalkulator, Kompas, Komputer, Meteran, Rubu’ mujayyab, Sektan, Theodolit, Teleskop, Tongkat istiwa dan Waterpass.

Alat pengukur arah kiblat pada prinsipnya adalah alat yang dapat mengetahui arah mata angin. Terdapat beberapa jenis alat yang biasa digunakan untuk mengukur arah kiblat misalnya Kompas Magnetik, Kalibrasi Kompas, Kompas Digital, Global Positioning Sistem (GPS), Theodolit, Pointing Titik Utara Sejati, dan Total Station.

Alat pengukuran waktu yang digunakan dari masa ke masa yaitu : Jam alam atau jam matahari, Jam Pasir, Jam atom, dan Jam mekanik. Adapun penetapan awal dan akhir dari waktu shalat itu, dilihat dari pergerakan matahari, bulan, dan bintang. Alat atau teknologi modern berbentuk aplikasi untuk mencari titik koordinat yaitu Aplikasi Android, Apilkasi Winsows Phone, Browser, dan lain-lain.

Pengukuran Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut dan tekanan udara lokasi rukyat dengan menggunakan Altimeter.



[1] Dr. H. Sriyatin Shodiq, MA. Doktor “Ilmu Falak” (Sebuah Apresiasi Dari Seorang Senior, Teman dan Murid Beliau). http://ilmufalak.blogspot.com/12/3/30/meaiu7-Ilmu-Falak-pdf. Diakses pada hari Minggu, 18/03/2014, jam 14.21 Wib.

[2] Abdul Muid Zahid. Belajar Ilmu Hisab. http://ilmufalak.blogspot.com/12/3/30/ meaiu7-Ilmu-Falak-pdf. Diakses pada hari Minggu, 18/03/2014, jam 14.21 Wib

[5]http://www.republika.co.id/berita/nasional/nusantara-nasional/12/04/30/m3aiu7-gempabisa-menggeser-arah-kiblat. Diakses pada hari Sabtu, 17/05/14, Jam 23.00 WIB


Comments

Popular posts from this blog

RPP : MATEMATIKA KURIKULUM 2013 MATERI EKSPONEN DAN LOGARITMA

RPP K-13 : SENI BUDAYA SMK/SMA (MATERI : SENI RUPA 3 DIMENSI)

RPP K-13 SEJARAH INDONESIA (MATERI : Perang Melawan Kolonialisme)