Makalah : KESALAHAN PENERAPAN PRINSIP AKUNTANSI
KESALAHAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Begitu banyak
perubahan pada kerangka kerja konseptual FASB mendeskripsikan komparabilitas
juga mencakup konsistensi sebagai salah satu karakteristik kualitatif yang
berkontribusi terhadap manfaaat informasi akuntansi. Sayangnya,
perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan menjaga komparabilitas dan
konsistensi akibat berbagai perubahan prinsip-prinsip akuntansi yang diserahkan
oleh FASB. Lebih lanjut, sejumlah perusahaan menghadapi pelaporan ulang akibat
kesalahan laporan keuangan mereka.
Meskipun
perusahaan yang melaporkan perubahan material persentasenya kecil, akan tetapi
mereka harus berhati-hati. Penyebabnya adalah Jumlah laporan keuangan dapat
berubah akibat perusahaan prinsip-prinsip akuntansi dan pelaporan ulang.
Kesalahan yang
terjadi sebagai akibat dari kesalahan matematis, kesalahan penerapan prinsip
akuntansi, atau kelalaian atau penyalahgunaan fakta yang ada pada saat laporan
keuangan disusun. Contohnya adalah penerapa metode persediaan eceran yang tidak
tepat dalam menentukan nilai persediaan akhir.
B. Tujuan
Tujuan dari
pembahasan tentang kesalahan penerapan prinsip akuntansi yaitu untuk menguraikan
perubahan prinsip-prinsip akuntansi dan menguraikan tentang kesalahan dalam
penerapan prinsip akuntasi dalam laporan keuangan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perubahan Dalam Prinsip Akuntansi
Perubahan prinsip akuntansi adalah penggunaan suatu prinsip akuntansi yang
lazim yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang lazim yang digunakan dalam
periode sebelumnya.Istilah prinsip akuntansi di sini mencakup juga
metode-metode yang digunakan.Perubahan dalam prinsip akuntansi ini dapat
terjadi karena perusahaan mempunyai beberapa alternatif metode untuk penerapan
suatu prinsip.
Istilah perubahan dalam prinsip akuntansi ini tidak
termasuk:
a. Pemakaian pertama suatu prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi yang
baru pertama kali terjadi dalam perusahaan.
b. Penggunaan atau perubahan suatu prinsip akuntansi yang perlu dilakukan
karena adanya perubahan sifat transaksi.
c. Perubahan dari prinsip akumulasi yang tidak lazim ke prinsip yang lazim.
Beberapa contoh dari perubahan prinsip akuntansi adalah sebagai berikut :
a. Perubahan dalam metode pembebanan harga pokok persediaan, seperti dari LIFO
ke FIFO atau ke rata-rata tertimbang.
b. Perubahan dalam metode depresiasi aktiva tetap, seperti dari double
declining balance method ke straight line method.
c. Perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang, seperti dari
metode kontrak selesai ke metode persentase penyelesaian.
d. Perubahan dalam perhitungan biaya produksi, seperti dari full costing ke
direct costing.
Perubahan prinsip akuntansi yang mempunyai akibat kumulatif.Akibat
kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi diperlakukan sebagai berikut:
a. Jumlah akibat kumulatif dari perubahan prinsip dilaporkan dalam laporan
laba rugi di antara elemen-elemen luar biasa dan laba bersih. Pelaporan- nya
dengan jumlah sesudah dikurangi pajak penghasilan.
b. Laporan keuangan periode-periode sebelumnya tidak perlu dikoreksi.
c. Laba sebelum elemen luar biasa dan laba bersih periode-periode sebelumnya
ditunjukkan dalam laporan laba rugi tahun sekarang (di bagian bawah halaman
pertama) dengan jumlah yang sudah dikoreksi.
Perubahan prinsip akuntansi yang mempunyai akibat retroaktif, dimana
laporan keuangan periode-periode sebelumnya yang dilaporkan disusun kembali
sesuai dengan prinsip yang baru.Kalau masih terdapat sisa akibat kumulatif
sesudah laporan keuangan periode-periode sebelumnya yang dilaporkan, direvisi
maka sisa tersebut dikoreksikan ke saldo awal rekening laba tidak dibagi dari
periode terawal yang dikoreksi. Perubahan prinsip akuntansi yang memerlukan retroaktif adjustment adalah:
a.
Perubahan metode penentuan harga pokok persediaan dari LIFO ke metode yang
lain.
b.
Perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang, dan
c.
Perubahan dari atau ke full cost method yang digunakan dalam industri
extractive.
B.
Analisis Kesalahan
Kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode
sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan sebagai penyesuaian saldo awal
Laba Ditahan. Jika laporan komparatif disajikan, maka laporan periode
sebelumnya yang terpengaruh haruslah dinyatakan kembali untuk mengkoreksi
kesalahan.
Ada tiga jenis kesalahan yang
terjadi, yaitu sebagai berikut :
1.
Kesalahan Dalam Neraca
Hanya akan
mempengaruhi penyajian akun aktiva, kewajiba atau ekuitas pemegang saham.
Contoh :
· klasifikasi piutang jangka pendek sebagai bagian dari investasi
· klasifikasi wesel bayar sebagai hutamg usaha
·
klasifikasi aktiva pabrik sebagai persediaan.
Jika
ditemukan kesalahan, maka akan dilakukan reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke
posisi yang benar.
2.
Kesalahan Dalam Laporan Laba-Rugi
Hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal dalam laporan laba-rugi. Contoh:
Mencatat pendapatan bunga sebagai bagian dari penjualan
mencatat pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu
beban penyusutan sebagai beban bunga
Tidak
berpengaruh terhadap neraca dan laba bersih. Ayat jurnal reklasifikasi
diperlukan jika kesalahan ditemukan pada tahun laporan itu dibuat.
3. Pengaruh Neraca dan Laporan Laba-Rugi
Mempengaruhi penyajian neraca maupun laba-rugi.
Diklasifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu :
1)
Kesalahan yang saling menyeimbangkan
Apakah dalam kondisi pembukuan sudah
ditutup atau belum..?
·
Jika pembukuan sudah ditutup :
a.
Jika kesalahan telah saling diseimbangkan, maka tidak
ada ayat jurnal yang diperlukan.
b.
Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka
diperlukan ayat jurnal untuk menyesuaikan penyajian saldo laba ditahan.
·
Jika pembukuan belum ditutup :
a.
Jika kesalahan sudah saling diseimbangkan dan
perusahaan telah memasuki tahun kedua, maka ayat jurnal akan diperlukan untuk
mengkoreksi periode berjalan dan menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan.
b.
Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka ayat
jurnal akan diperlukan untuk menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan dan
mengkoreksi saldo periode berjalan.
Berikut ini kesalahan-kesalahan
dalam pelaporan keuangan :
a)
Kelalaian untuk mencatat upah Akrual
Pada tanggal
31 Desember 2006, Hurley Enterprises tidak mengakrualkan upah sebesar $ 1.500.
Ayat jurnal pada tahun 2007 untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan untuk tahun 2007 belum ditutup,
adalah :
Dr. Laba
Ditahan
$ 1.500
Cr. Beban
Upah
$ 1.500
Jika
pembukuan telah ditutup untuk tahun 2007, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.
b)
Kelalaian untuk Mencatat Beban Dibayar Dimuka
Pada Bulan
Januari 2006 Hurley Enterprises membeli polis asuransi berjangka waktu 2 tahun
dengan biaya $ 1.000. Beban asuransi telah didebet dan Kas telah dikredit.
Tidak ada ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir tahun 2006.
Ayat jurnal
pada tanggal 31 Desember 2007 untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan belum ditutup untuk tahun 2007,
adalah :
Dr. Beban
Asuransi
$ 500
Cr. Laba
Ditahan
$ 500
Jika
pembukuan telah ditutup untuk tahun 2007, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.
c)
Pembelian yang Dinyatakan Terlalu Tinggi
Hurley
Enterprises mencatat pembelian barang dagangan sebesar $ 9.000 untuk tahun 2006
yang merupakan bagian dari tahun 2007. Persediaan fisik tahun 2006 telah
dinyatakan dengan benar. Perusahaan ini menggunakan metode periodical. Ayat
jurnal per 31 Desember 2007, untuk mengkoreksi kesalahan ini dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan belum ditutup untuk tahun 2007
adalah :
Dr.
Pembelian
$ 9.000
Cr. Laba
Ditahan
$ 9.000
2)
Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan
Karena suatu
kesalahan tidak saling menyeimbangkan setelah lebih dari periode 2 tahun, maka
ayat jurnal untuk kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan ini akan menjadi
lebih kompleks dan ayat jurnal koreksi akan diperlukan, meskipun pembukuan
telah ditutup.
a)
Kelalaian
untuk mencatat Penyusutan
Asumsikan
bahwa pada tanggal 1 Januari 2001, Hurley Enterprises membeli mesin seharga
$10.000 yang memiliki estimasi umur manfaat selama 5 tahun. Akuntan secara
tidak benar membebankan mesin ini pada tahun 2001. Kesalahan ini baru ditemukan
pada tahun 2002. Jika kita mengasumsikan bahwa perusahaan ini menggunakan
penyusutan garis lurus atas aktiva ini, maka ayat jurnal per 31 Desember 2002,
untuk mengoreksi kesalahan ini, apabila pembukuan belum ditutup, adalah :
Dr. Mesin
$ 10.000
Dr. Beban
Penyusutan
$ 2.000
Cr. Laba Ditahan $
8.000
Cr. Akumulasi
Penyusutan
$ 4.000
Jika
pembukuan telah ditutup untuk tahun 2002, maka ayat jurnalnya adalah :
Dr.
Mesin
$ 10.000
Cr.
Laba
Ditahan $ 6.000
Cr. Akumulasi
Penyusutan $ 4.000
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perubahan
prinsip akuntansi penggunaan
suatu prinsip akuntansi yang lazim yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang
lazim yang digunakan dalam dalam periode.
Kesalahan
diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya, kesalahan diperlakukan
sebagai penyesuaian periode sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan
sebagai penyesuaian saldo awal Laba Ditahan. Jika laporan komparatif disajikan,
maka laporan periode sebelumnya yang terpengaruh haruslah dinyatakan kembali
untuk mengkoreksi kesalahan.
DAFTAR PUSTAKA
Tri Kurniawati (2020). Akuntansi Keuangan 2 Modul 10: Perubahan Akuntansi Dan Analisis
Kesalahan. STIE International Golden Institute : Jakarta
Sasha Annisa (2015). Perubahan Akuntansi dan Kesalahannya. Di akses dalam http://sashaannisa18.blogspot.com/2015/03/perubahan-akuntansi-dan-analisis.html
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda