Makalah : PEMBINAAN KETAHANAN NASIONAL DI INDONESIA
PEMBINAAN KETAHANAN NASIONAL DI INDONESIA
Suatu bangsa dan Negara diperlukan suatu ketahanan nasional yang kuat dan kokoh, jika dilakukan upaya pembinaan/pengembangan terhadap setiap bidang (gatra) secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Sehubungan dengan hal ini, pembinaan ketahanan nasional menggunakan pendekatan asta gatra (8 aspek) yang merupakan keseluruhan dari aspek-aspek kehidupan bangsa dan negara. Pembinaan terhadap asta gatra tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
I. Pembinaan Gatra Ideologi
Secara
sederhana ideologi dapat diartikan dengan impian seseorang (sekelompok orang)
tentang masa depan. Karena itu, suatu ideologi ada yang baik ada juga yang
kurang/tidak baik. Menurut Dr. Alfian (mantan ketua LIPI), suatu ideologi yang
baik setidaknya harus memenuhi 3 aspek nilai, yakni : Aspek idealisme artinya ideologi tersebut harus bertujuan baik. Aspek realita artinya tujuan ideologi
tersebut harus bersifat realistis (mungkin diwujudkan). Aspek fleksibilitas artinya nilai yang dimiliki ideologi tersebut
harus fleksibel (terbuka), sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan
yang terjadi pada masyarakat penganutnya.
Jika
suatu ideologi memenuhi ketiga aspek di atas berarti ideologi tersebut dikatan
ideologi yang baik, maju dan modern. Komunisme
misalnya jelas bukan ideologi yang baik, karena tidak memenuhi ketiga aspek
nilai di atas. Sebaliknya pancasila diyakini memiliki ketiga aspek nilai di
atas.
Ancaman terhadap ketahanan bidang ideologi dapat
dihadapkan baik pada nilai dasar (fundamental), pada nilai instrumental dan pada
nilai fraksis (pengamalan). Misalnya antara lain dalam hal penanggulangan
korupsi di Indonesia.
Terhadap ancaman pada nilai dasar, maka pembinaan yang harus dilakukan adalah semua nilai dasar pancasila harus di rumuskan kembali maknanya secara jernih dan sistematis, sehingga dapat menangkal setiap ancaman dari nilai-nilai ideologi lain yang saat ini sangat mudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kemudian terhadap ancaman pada nilai instrumental, maka pembinaan yang harus di lakukan adalah bahwa semua konsensus nasional sejak tahun 1945 sampai jatuhnya rezim orde baru tahun 1989 harus ditinjau kembali dan disesuaikan kembali dengan nilai dasar ideologi Pancasila. Sedangkan ancaman terhadap nilai fraksis, maka semua nilai dasar yang telah disesuaikan dengan pancasila tersebut harus dilaksanakan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari terutama oleh pemimpin bangsa baik formal maupun informal di semua tingkatan masyarakat.
II. Pembinaan Gatra Politik
Politik
adalah segala hal yang berhubungan dengan negara/kekuasaan (polis = kota, taia =
urusan). Namun dalam arti luas, politik di artikan dengan cara atau usaha untuk
mewujudkan cita-cita atau tujuan ideologi. Dalam pembahasan ini karena politik
dikaitkan dengan ketahanan nasional, maka yang dimaksudkan adalah ketahanan
sistem politik yang diartikan dengan : kondisi dinamik kehidupan politik suatu
bangsa yang berisi keuletan dalam menghadapi ATHG(Ancaman, Tantangan, Hambatan
dan Gangguan) yang dapat membahayakan kelangsungan hidup politik bangsa dan
negara tersebut.
Ancamannya terjadi jika sistem politik yang berlaku
tidak dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokoknya yakni fungsi integrasi dan
fungsi adaptasi. Fungsi integrasi diartikan mempersatukan di antara
komponen-komponen politik yang ada, terutama antara pemerintah dengan
masyarakat. Sedangkan fungsi adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Indikasi adanya ancaman
terhadap sistem politik, antara lain jika berbagai bentuk ketidakpercayaan/ketidakpuasan
masyarakat terhadap pemerintah semakin meluas.
Kelemahan utama perkembangan sistem politik di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia adalah terlalu dominan dan luasnya kekuasaan pemerintah (presiden) sehingga melahirkan berbagai bentuk penyelewengan kekuasaan dan keuangan negara (KKN). Hal ini sesuai dengan aksioma politik dari Lord Acton yang menyatakan : power tends to corupt and absolute power tends to corupt absolutely. Karena itu upaya pembinaan yang utama terhadap gatra politik adalah bagaimanan memberikan pengaturan dan pembatasan yang tegas dan jelas terhadap wewenang dan kekuasaan presiden serta memberdayakan pengawasan masyarakat (pers, LSM, parpol, dsb).
III. Pembinaan Gatra Ekonomi
Gatra
ekonomi merupakan mata rantai paling lemah dari mata rantai ketahanan nasional
Indonesia secara keseluruhan saat ini. Hal ini karena terjadinya miss managemen
dalam kebijaksanaan pembangunan ekonomi nasional selama orde baru, yakni
terlalu berorientasi pada pembangunan ekonomi makro dengan mengejar pertumbuhan
dan mengenyampingkan pemerataan. Akibatnya
muncullah kesenjangan sosial yang makin lama makin meluas di kalangan
masyarakat.
Pembinaannya adalah dengan melakukan perubahan mendasar terhadap paradigma pembangunan ekonomi nasional dari pembangunan ekonomi makro dan mengejar pertumbuhan ke pembangunan ekonomi kerakyatan dengan lebih berorietasi pada sektor pertanian dan agro industri serta dengan lebih memacu aspek pemerataan hasil pembangunan dalam arti yang luas.
IV. Pembinaan Gatra Sosial dan Budaya
Sosial
diartikan dengan suatu kesatuan masyarakat yang hidup bersama dan saling
berinteraksi dalam waktu yang cukup lama, memiliki tujuan bersama serta di ikat
oleh aturan-aturan khusus. Sedangkan kebudayaan secara umum diartikan dengan
hasil cipta, karya dan karsa manusia. Namun dalam pembahasan ini kebudayaan
diartikan dalam pengertian sempit yakni kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh
sekelompok masyarakat secara berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama dan kebiasaan
tersebut di anggap bernilai baik serta ingin dipertahankan.
Seiring
dengan era globalisasi, maka ancaman
terhadap gatra sosial dan budaya Indonesia saat ini juga semakin besar. Apalagi
sikap mental bangsa Indonesia yang umumnya cenderung menilai segala yang datang
dari barat itu selalu lebih unggul dan patut ditiru (sikap mental replika).
Lebih parah lagi adalah proses peniruan umumnya ditujukan bukan pada inti
budaya barat (seperti profesional, menghargai waktu, dsb), tetapi lebih pada
ekses dari budaya barat yang sekuler, liberal, dan materilealistik.
Pembinaannya adalah terutama dengan meningkatkan pemahaman, kesadaran dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa sendiri. Yakni nilai luhur budaya pancasila yang selalu menjaga keseimbangan yang hrmonis antara hubungan manuisa dengan dirinya, dengan masyarakat, dengan Tuhan serta keseimbangan antara kemajuan fisik material dengan kesejahteraan mental spiritul dan keseimbangan antara kepentingan dunia dengan akhirat.
V. Pembinaan Gatra Pertahanan dan Keamanan
Adalah
upaya untuk menggagalkan dan meniadakan setiap ancaman terhadap bangsa dan
negara terutama yang datang dari luar negeri. Strategi Indonesia dalam bidang
pertahanan ini bersifat defensif aktif, artinya Indonesia tidak menunggu untuk
diserang negara lain. Tetapi secara aktif melakukan operasi (intelegen dan
militer) untuk menghancurkan musuh ditempat mereka mempersiapkan diri sebelum
serangan terjadi.
Sedangkan
keamanan adalah upaya untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap keamanan
bangsa dan negara terutama yang berasal dari dalam negeri. Dalam kaitan ini
Indonesia menganut strategi prefentif aktif, artinya polri dalam pelaksanaan
tugasnya harus giat bertindak untuk mencegah sebelum gangguan keamanan terjadi.
Ancaman utama gatra Hankam(Pertahanan dan Keamanan)
Indonesia saat ini adalah terutama datang dari dalam negeri, antara lain : KKN,
ancaman disintegrasi, narkoba, dsb). Sedangkan ancaman dari luar negeri, terutama
dalam bentuk rivalitas negara-negara besar dalam memperebutkan penguasaan
ekonomi nasional Indonesia.
Maka upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah menghilangkan sifat absolutisme dalam pelaksanaan pemerintahan, karena pemerintahan yg absolut berbanding lurus dengan korupsi (Aksioma Lord Acton). Sedangkan pembinaan di bidang teknis yuridis yang dapat dilakukan adalah dengan cara menerapkan sistem pembuktian terbalik dlm proses penyidikan, penyelidikan dan penuntutan terhadap setiap tersangka pelaku korupsi.
______________________________________
LIHAT JUGA MAKALAH LAINNNYA : Makalah Lengkap
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda