SKRIPSI 2 : PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI ENERGI DAN PENGGUNAANNYA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT


PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI ENERGI
DAN PENGGUNAANNYA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS IV SDN 10 TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA

BAB I
PEBDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya masalah yang dihadapi manusia, menuntut dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam hal meningkatkan mutu pendidikan tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab guru untuk memikirkan salah satu cara menerapkan suatu konsep kepada siswa supaya mereka lebih memahami tentang konsep-konsep yang diajarkan.
Berbicara masalah pendidikan, tidak terlepas dari masalah proses pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini, keterlibatan guru dan siswa merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPA pada jenjang pendidikan dasar memberi tekanan pada penataan nalat pembentukan sikap siswa serta keterampilan mereka dalam penerapan IPA. Penerapan IPA yang dimaksud tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, akan tetapi mencakup dalam berbagai aspek kehidupan.
Berdasakan informasi dari pihak sekolah bahwa hasil belajar siswa masih rendah hal ini diperoleh dari nilai semester mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara dengan rata-rata diperoleh siswa sebesar 60. Berdasarkan fenomena di lapangan yang peneliti lakukan ini menilai mata pembelajaran IPA di SD tersebut belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu > 65.
 Selama ini pembelajaran IPA di Sekolah Dasar tersebut sangat sulit terlaksana dengan baik sehingga siswa merasa jenuh dan malas untuk belajar IPA. Siswa merasa sangat sulit memahami materi yang diajarkan guru, karena selama ini pembelajaran yang dilakukan di sekolah selalu menggunakan metode yang sama, yaitu metode ceramah. Selama ini pula guru cenderung menggunakan model pengajaran konvensional, guru hanya sekedar memberikan informasi atau transfer ilmu dan siswa menerimanya. Model pembelajaran konvensional yang identik dengan ceramah terbukti di dalam pelaksaannya tidaklah menjadikan keberhasilan belajar siswa.
Sebenarnya pembelajaran IPA harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mengenal alam dan sekitarnya serta pengaruhnya terhadap kelangsungan kehidupan. Peserta didik juga dituntut untuk memperlajari dengan melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengenal lingkungan lebih jauh misalnya tentang udara, air, energi dan sebagainya.
Energi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang dirasakan sangat penting, misalnya energi panas, energi bunyi, dan energi alternatif yang kini semakin marak dipublikasikan. Pada kehidupan sehari-hari, kita bisa melakukan berbagai kegiatan, yang kesemuanya kegiatan tersebut memerlukan energi. Hal ini membuktikan bahwa materi energi sangat perlu diperkenalkan kepada siswa sehingga siswa bisa mengaplikasikan materi tersebut kedalam dunia nyata siswa. Tetapi kenyataannya siswa sangat sulit untuk memahami materi tersebut.

Kesulitan-kesulitan yang seringkali dialami oleh siswa salah satunya disebabkan oleh guru, dalam arti guru belum bisa menarik siswa untuk lebih tertarik dalam membuat sebuah eksperimen untuk mengetahui tentang energi. dari permasalahan tersebut, seorang guru haru mampu menemukan strategi yang sesuai untuk menumbuhkan motivasi/kemampuan siswa dalam membuat sebuah eksperimen tentang energi sehingga siswa mampu memahaminya.
Menindak lanjuti permasalahan yang selama ini terjadi di sekolah dasar tersebut, maka diperlukan suasana pembelajaran yang menyenangkan, yang nantinya bisa menjadikan siswa aktif dan senang untuk belajar, maka salah satu arternatif yang tepat untuk terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan siswa menjadi aktif adalah sistem pembelajaran kooperatif.
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa karena pembelajaran ini berorientasi pada siswa. Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman suatu konsep melalui aktivitas sendiri dan interaksinya dengan siswa lain. Pembelajaran kooperatif juga dapat memberikan dukungan bagi siswa dalam saling tukar menukar ide, memecahkan masalah, berpikir alternative, dan meningkatkan kecakapan berbahasa. Karena alasan tersebut, penulis ingin menerapkan model pembelajaran Cooperative Script untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi energi dan penggunaannya.
Dalam penelitian ini siswa diharapkan bekerja secara berpasangan dan secara bergantian memahami energi dan perubahannya bagian materi pelajaran untuk teman pasangannya. Sementara satu siswa membaca ringkasan, siswa yang lain mendengarkan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan atau bagian-bagian penting yang hilang. Selanjutnya, kedua siswa itu bergantian peran, melanjutkan cara ini hingga seluruh materi pelajaran telah dipelajari. Ada suatu hal yang menarik, sementara kedua siswa dalam Cooperative Script ini mendapat peningkatan hasil belajar dari aktivitas ini, peningkatan yang lebih besar diperoleh untuk bagian materi saat siswa mengajarkan bagian materi itu kepada pasangannya daripada materi saat siswa berperan sebagai pendengar.
Model Cooperative Script mempunyai kelebihan dalam hal meningkatkan hasil belajar diantaranya pada tahap berpasangan, siswa mempunyai persepsi bahwa “mereka tenggelam dan berenang bersama-sama” dan siswa harus mempunyai tujuan bahwa mereka mempunyai tujuan yang sama sehingga siswa akan terpacu untuk belajar. Tahap meringkas wacana atau materi yang diberikan guru, siswa mempunyai tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam kelompok.
Dengan kata lain, model pembelajaran Cooperative Script ini diharapkan mampu membentuk siswa yang mandiri dalam hal memahami, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Berdasarkan uraian latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan judul “Peningkatan Kemampuan Siswa pada Materi Energi dan Penggunaannya dengan  Model Pembelajaran Cooperative Script Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara”.

 1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas masih rendah pada pembelajaran IPA.
2.      Aktivitas guru dan siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas pada pembelajaran IPA masih rendah.
3.      Respon siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas masih rendah pada pembelajaran IPA.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa pada materi energi dan penggunaannya dengan model pembelajaran Cooperative Script pada siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas?
2.      Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas pada materi energi dan penggunaannya dengan model pembelajaran Cooperative Script?
3.      Bagaimanakah respon siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas pada materi energi dan penggunaanya dengan model pembelajaran Cooperative Script?

1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :
    1.      Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa pada materi energi dan penggunaannya dengan model pembelajaran Cooperative Script pada siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas.
     2.      Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas pada materi energi dan penggunaannya dengan model pembelajaran Cooperative Script.
   3.      Untuk mengetahui respon siswa kelas IV SD Negeri 10 Tanah Luas pada materi energi dan penggunaanya dengan model pembelajaran Cooperative Script.

1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini mengacu pada apa yang diberikan penelitian pada bidang tertentu, masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam ilmu-ilmu terapan yang terkait (Arikunto, 2002:55). Manfaat penelitian ini dapat dibagi menjadi dua macam yaitu manfaat teoretis dan praktis :
1)      Manfaat Teoretis
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan bisa menambah literature penelitian dibidang pendidikan.
2)      Manfaat Praktis
(          1)   Bagi siswa
        Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan pemahaman terhadap materi energi dan penggunaannya dengan model pembelajaran Cooperative Script, sehingga dapat meningkatkan kemampuan memahami energi dan penggunaaanya dengan baik.
(         2)   Bagi guru :
a.       Mempermudah guru dalam menyampaikan materi energi dan perubahannya.
b.      Menambah pengalaman guru dalam pembelajaran.
c.       Menciptakan suasana kelas lebih santai dan menyenangkan.
(     3)   Bagi peneliti, dengan adanya kolaborasi bersama guru maka peneliti akan lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran khususnya pembelajaran kooperatif dan sebagai bahan masukan untuk mempersiapkan diri sebagai tenaga didik dimasa mendatang.

1.6 Definisi Operasional
Definisi operasional ini dimaksudkan untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata/istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian, sehingga mempemudah pemahaman isi skripsi ini,  yaitu :
1.      Peningkatan adalah suatu proses perubahan dari yang bernilai rendah ke yang bernilai tinggi atau kemajuan yang telah dicapai.
2.      Kemampuan siswa merupakan kemampuan seseorang dalam merespon dan menyelesaikan soal-soal yang berhasil untuk meningkatkan prestasi siswa secara maksimal, sekurang-kurangnnya diharapkan dapat menguasai 75%, karena kemampuan adalah hal yang sanggup dilakukan atau dikerjakan.
3.      Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Energi di bagi atas 3 (tiga), yaitu : energi panas, energi bunyi, dan energi alternatif.
4.      Penggunaan energi merupakan pemanfaatan atau pemakaian suatu bentuk usaha atau kerja untuk mempermudah dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang diperlukan manusia.
5.      Model pembelajaran Cooperative Script adalah model pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari dalam materi energi dan penggunaannya.

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA:

Comments

Post a Comment

Silahkan Beri Komentar Anda

Popular posts from this blog

RPP : MATEMATIKA KURIKULUM 2013 MATERI EKSPONEN DAN LOGARITMA

RPP K-13 : SENI BUDAYA SMK/SMA (MATERI : SENI RUPA 3 DIMENSI)

RPP K-13 SEJARAH INDONESIA (MATERI : Perang Melawan Kolonialisme)