JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODUL 1.1 FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA
Jurnal refleksi merupakan salah satu
elemen kunci pengembangan keprofesian bagi guru, karena mampu mendorong guru
untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam
mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999).
Jurnal refleksi dwi mingguan adalah
sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan
pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua
mingguan. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh
setiap calon guru penggerak.
Pada kesempatan ini saya mencoba
menulis jurnal saya mengenai kegiatan-kegiatan pelatihan yang telah diikuti
beberapa minggu ini, khususnya pada modul 1.1 Tentang Filosofi Pemikiran Ki
Hajar Dewantara.
Dalam menulis jurnal refleksi ini
saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future,
yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P
yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.
Kegiatan CGP Angkatan 7 resmi dibuka pada tangga 20 Oktober 2022 oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A. dan Dirjen GTK melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 7 se Indonesia. Setelah kegiatan pembukaan tersebut, kami diarahkan oleh pelaksana kegiatan CGP yakni dari Balai Guru Penggerak penjelasan tentang rangkaian kegiatan yang akan kami lalui serta mempelajari apa yang kan dimuat dalam LMS yang akan dimulai dari modul 1.1 yang nantinya akan dilaksanakan juga forum diskusi bersama fasilitator pada ruang kolaborasi Bersama teman-teman CGP Lainnya yang akan dibentuk kembali ke beberapa kelompok.
Selanjutnya kami di undang dalam kegiatan Lokakarya Orientasi
secara luring di Gedung Aula SMP Negeri 1 Sukadana pada hari Selasa, 25 Oktober
2022 dimulai pukul 08.00 WIB s. d selesai. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara yang diwakilkan oleh Sekertaris Dinas
Pendidikan Kabupaten Kayong Utara. Pada kegiatan ini diundang serta kepala
sekolah dari masing-masing sekolah CGP yang mengikuti untuk memberikan
informasi terkait pelaksanaan program CGP kepada kepala Sekolah. Saya sangat
gembira karena dengan diundangnya kepala sekolah saya, Beliau mendapatkan pemahaman
yang mendalam tentang perjalanan Pendidikan Guru Penggerak sehingga diharapkan
dapat memberikan arahan, dan dukungan kepada saya sehingga saya selama
melaksanakan Pendidikan Guru Penggerak ini dengan baik.
Pada kegiatan itu, kami diarahkan untuk menggali wawasan tentang
pengenalan diri, apa yang sudah ada dan yang belum ada pada keterampilan yang
saya miliki dan mendiskusinya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan
bimbingan oleh para pengajar Praktik, kami melakukan kegiatan ini dengan menyenangkan
dimulai dengan membuat kesepakatan kelas, kemudian menulis harapan dan
tantangan menjadi CGP dikertas post-it, setelah itu kami harus menempel
dikertas karton yang telah disediakan kemudian di bahas secara bersama-sama dan
didiskusikan.
Selanjutnya selama kurang lebih selama dua minggu mulai belajar
mandiri melalui LMS merefleksikan pemikiran KI Hajar Dewantara. Setelah itu,
dilaksanakan ruang kolaborasi bersaman fasilitator yakni ibu Yanthi
Chalimawati, dimana saya bersama teman-teman saling sharing dan berdiskusi
mengenai filosofi KHD dan penerapannya di sekolah. Kemudian kami diharuskan
membuat karya berupa demonstrasi konstektual.
Selanjutnya mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman 1.1 pada hari
Rabu, 2 November 2022 Sesi 1 bersama IN yaitu ibu Lestia Primayanti melalui
Gmeet. Pada kegiatan ini saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman yang
disampaikan instruktur dan teman-tean CGP lainnya. Instruktur memberikan asupan
ilmu tentang pemahaman yang sangat mendalam mengenai konsep Filosofi KHD dan penerapannya
pada konteks lokal sosial budaya.
2. Feelings (Perasaan)
Selama kurang lebih dua minggu menjadi CGP, banyak sekali hal
yang dirasakan mulai dari perasaan senang, down, bahagia, takut dan semua
bercampur aduk dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan
Program Guru Penggerak ini disamping kesibukan saya dalam menyelesaikan
Pendidikan magister saya yang juga dipenuhi dengan tugas-tugas kuliah yang
kadang menyita waktu saya dalam mengerjakannya. Namun dengan segala hambatan
dan tantanga tersebut membuat saya semakin termotivasi diri untuk dapat belajar
mencari solusi, memperbaiki diri untuk pandi memanajemen waktu saya, dan lebih
fokus kepada kedua program yang sedang saya pelajari.
Saya merasa senang karena saya mulai mengetahui dan memahami
hakikat Pendidikan dari penerapan filosofi atau pemikiran KHD dalam Pendidikan
dan pembelajara. Saya mulai merubah cara mengajar saya yang semula saya banyak
melakukan pembelajaran konvensional, sekarang lebih berpusat pada siswa. Siswa
merasa senang karena kebutuhan belajarnya terpenuhi. Semangat siswa untuk bersekolah
semakin meningkat. Saya juga merasa bangga karena saya bisa memperoleh ilmu dan
dapat mengaplikasikannnya dalam pembelajaran saya di kelas.
3. Findings (Pembelajaran)
Pada modul yang saya pelajari ini, saya menemukan hal-hal baru,
pemahaman baru, hal yang selama ini belum begitu saya dalami dalam Pendidikan
yaitu filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pemahaman ini harus saya miliki
sebagai pendidik untuk meningkatkan kuliatas diri saya sendiri. Melalu Dasar
pemikiran KHD ini, saya merasa memiliki amunisi baru dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran dan melaksanakan Pendidikan.
Sebelum saya mempelajarai atau mengahui pemikiran KHD terkait
Pendidikan dan pengajaran saya memiliki keyakinan bahwa Tindakan yang tegas
terhadap pesrta didik akan bisa merubah perilaku siswa saya untuk dapat
disiplin dan memberikan perhatian penuh dalam kegiatan belajar.
Saya mengarahkan siswa dalam mengatasi permasalahannya, akan
tetapi belum memberikan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa saya.
Setelah lebih memahami pemikiran tentang Pendidikan dari KHD
saya mulai mengerti bahwa pembelajaran yang baik hendaknya mampu
meberikan tuntunan kepada siswa dengan sabar ikhlas dan mengutamakan
kepentingan siswa
Pendalaman ilmu makin saya dapatkan tentang filosofi Pendidikan
KHD pada saat berdiskusi dengan sesama teman CGP, fasilitator beserta
instruktur di berbagai ruang kolaborasi dan pemahaman materi. Saya jadi
mengetahui secara detail bagaimana peran saya sebagai pendidik yakni sebagai
penuntun anak sesuai dengan kodrat alamnya, yang nantinya siswa diharapkan
dapat hidup secara Bahagia dan mandiri di masyarakat dengan mengacu pada
trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut
wuri handayani. Pendidikan harus didasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman.
Bahwa anak memiliki kodrat merdeka, merdeka batin adalah pendidikan sedangkan
merdeka lahir adalah pengajaran. Sehingga kedepanya saya harus memberikan
kemerdekaan kepada siswa saya dalam belajar, mengerjakan tugas menyesuaikan
bakat dan minatnya, serta mengembangkan kreatifitas siswa sebagai manusia yang
merdeka yang berdiri dengan kekuatan sendiri.
Anak hakikatnya bukanlah kertas kosong akan tetapi mereka
terlahir sebagai kertas yang telah bergambar garis putus-putus, sehingga kita
sebagai pendidik bertugas untuk menebalkan garis-garis samar tersebut agar
dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan
pendidikan yang sebenarnya.
4. Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul ini, Saya akan mencoba menerapkannya
atau merealisasikan dalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan
pendidikan bisa tercapai dengan baik.
Saya memberikan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan
lingkungannya, membiasakan sosial budaya. dimulai dari pembiasaan pembelajaran
yang saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, sopan santun, berdisusi dan
gotong royong bekerja sama dalam pemecahan masalah.
Saya memberikan sebagai pemenuhan kebutuhan anak.
Membimbing, melayani dan mengarahkan keingintahuan mereka terhadap ilmu-ilmu yang
mereka perlukan, sehingga mampu memberi ilmu atau hal berfaedah untuk kecakapan
hidup anak secara lahir dan batin. Melaksanakan pembelajaran harus
memfasilitasi perbedaan siswa sesuai karakteristik, potensi, minat dan bakat
yang berbeda sesuai dengan kodrat alam. Saya merealisasikan pembelajaran harus
mengetahui gaya belajar siswa sehingga bisa menerapkan pembelajaran
berdeferensiasi yaitu dengan menggunakan berbagai macam media pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan siswa.
Banyak hal yang harus saya benahi, saya sangat menyadari bahwa
selama ini yang saya lakukan jauh dari kata sempurna dalam melaksanakan tugas
saya sebagai pendidik jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar
Dewantara.
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda