PTK 17 : MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI INTERAKTIF DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP SUHU DAN KALOR
MELALUI PENERAPAN METODE
DEMONSTRASI INTERAKTIF DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP SUHU DAN KALOR
SISWA KELAS X.1 PADA SMA NEGERI 1 SAMUDERA
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Oleh : Marzuki, S.Pd
ABSTRAK
Kata Kunci: Metode Demontrasi Interaktif, Hasil Belajar
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika masih tergolong rendah
jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran lainnya di SMA Negeri 1 Samudera.
Salah satu faktor rendahnya hasil belajar ini adalah karena kurangnya interaksi
positif yang terjadi di dalam kelas, baik antara siswa dengan guru maupun antar
siswa. Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh
hal-hal tersebut, dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajaran
demonstrasi interaktif pada siswa
kelas X.1 SMA Negeri 1 Samudera tahun pelajaran 2010/2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar tentang
konsep suhu dan kalor siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Samudera dengan menerapkan
metode demontrasi interaktif.
Penelitian ini menggunakan
metode Penelitian Tindakan Kelas yang berisi prosedur penelitian meliputi empat tahapan, dimulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahapan tersebut membentuk siklus.
Penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini adalah dokumentasi, tes hasil belajar, lembar observasi, wawancara. Teknis
analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif, yaitu
ketertkaitan antara tiga komponen antara lain : pengumpulan data/reduksi data, sajian data
dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian
tindakan kelas ini dapat disimpulkan : melalui penerapan metode demontrasi
interaktif pada pembelajaran Fisika materi pokok suhu dan kalor, dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Samudera tahun
pelajaran 2010/2011. Dari data awal/pra siklus, di peroleh data rata-rata kelas
yang diperoleh dari hasil pembelajaran adalah 64,9, setelah dilakukan siklus I
meningkat 5,8 % menjadi 70,7, setelah dilakukan siklus ke II meningkat 7,1 %
menjadi 77,8. Adapun ketuntasan belajar secara klasikal pada pra siklus sebesar
61,1%, setelah dilakukan siklus I meningkat 16,7% menjadi 77,8% dan setelah
dilakukan siklus ke II meningkat 19,4% menjadi 97,2%.
Untuk Mendapatkan FILE lengkapnya,,Download File di bawah ini :
Terima Kasih melah mengunjungi Blok.
Silahkan Tinggalnya Pesan, komentarnya....
Terima Kasih, sangat membantu :)
ReplyDelete