SKRIPSI : PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNIK LEARNING COMMUNITY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Agama Islam merupakan sebuah sistem
pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin
kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam telah
menjiwai dan mewarnai corak kepribadian. Pengertian Pendidikan Islam adalah
suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan
oleh hamba Allah.
Sebagaimana diketahui bahwasanya manusia Indonesia
yang kita citacitakan adalah manusia yang saleh dan produktif dengan menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peningkatan taraf kehidupannya. Dengan
demikian, misi Pendidikan Agama Islam ialah mewujudkan nilai-nilai keIslaman di
dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya (Tilaar, 2000:150).
Tujuan utama dari PAI adalah untuk meningkatkan
keimanan, penghayatan, dan pengalaman peserta didik tentang Agama Islam itu
sendiri sehingga peserta didik berhasil dalam menjadi manusia muslim yang
bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia baik dalam kehidupan pribadi
mereka, maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Namun dalam realitasnya, kedudukan PAI sebagai
sub-sistem dari Pendidikan Nasional yang mempunyai peranan urgen tersebut belum
mampu sepenuhnya mengaktualisasikan peranannya karena dalam pelaksanaannya
masih dijumpai beberapa masalah, antara lain: 1) kurangnya jumlah jam pelajaran
yang diberikan, 2) metode pembelajaran yang diterapkan kurang tepat, 3) adanya dikotomi
antara pendidikan agama dengan pendidikan umum. Dari berbagai kendala yang
muncul inilah, kiranya sangat sulit bagi peserta didik untuk mencapai hasil
belajar PAI yang optimal.
Kebanyakan metode pembelajaran yang kurang tepat
adalah metode yang monoton dan tentunya hal itu dapat mengakibatkan turunnya
motivasi peserta didik dalam pembelajaran mereka yang nantinya akan berdampak
pada hasil belajarnya. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang
dilakukan guru masih dominan ceramah.
Melihat kenyataan yang ada di lapangan, sebagian
besar teknik dan suasana pengajaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru
kita tampaknya lebih banyak menghambat untuk perkembangan potensi otak. Sebagai
contoh, seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus
mau mendengarkan, mau menerima seluruh informasi dan mentaati segala perlakuan gurunya.
Dan yang lebih parah lagi adalah fakta bahwa semua yang dipelajari di bangku
sekolah itu ternyata tidak integratif dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk
mengatasi hal tersebut dan untuk lebih mengembangkan motivasi belajar siswa
adalah dengan penerapan suatu paradigma baru dalam pembelajaran di kelas yaitu
dengan metode pembelajaran kontekstual, dikarenakan ada kecenderungan dewasa
ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan lebih baik jika lingkungannya diciptakan
alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak-anak “mengalami” apa yang
dipelajarinya, bukan “mengetahui”-nya.
Untuk memilih metode dan teknik yang digunakan memang
memerlukan keahlian tersendiri. Seorang pendidik harus pandai memilih metode
dan teknik yang akan dipergunakan, dan teknik tersebut harus dapat memotivasi
serta memberikan kepuasan bagi anak didiknya seperti hasil atau prestasi
belajar siswa yang semakin meningkat. Dan salah satu alternatif yang bisa
dilakukan dalam menumbuhkan semangat belajar siswa pada materi PAI yaitu dengan
penerapan teknik Learning Community. Teknik Learning Community adalah
salah satu dari tujuh komponen yang mendasari penerapan pembelajaran
kontekstual. Teknik Learning Community merupakan suatu teknik belajar
dengan bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih
baik dibanding dengan belajar sendiri.
Maka dengan penggunaan teknik Learning Community ini
diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Hal ini sejalan
dengan pernyataan yang menyatakan bahwa salah satu cara menggerakkan motivasi
belajar siswa adalah dengan pelaksanaan kelompok belajar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah apakah penerapan pembelajaran
kontekstual dengan teknik Learning community dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran PAI?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
dengan penerapan pembelajaran
kontekstual dengan teknik learning community pada mata pelajaran PAI.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat hasil penelitian yaitu dapat memberikan
sumbangan ilmiah terhadap berbagai pihak :
1.
Bagi lembaga pendidikan, sebagai tambahan bacaan dan
upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan metode pembelajaran yang
variatif.
2.
Bagi pengembangan khazanah ilmu, sebagai dasar untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan dasar pijakan bagi penelitian lebih lanjut
serta sebagai pembanding dari penelitian yang sudah ada.
3.
Bagi guru, sebagai informasi untuk menggali potensi
siswa dan menerapkan model-model baru dalam kegiatan pembelajaran.
4.
Bagi siswa, sebagai inovasi baru dalam mengatasi
kejenuhan dalam proses pembelajaran.
bersambung...... BAB II
(http://blokgurubelajar.blogspot.com)
(http://blokgurubelajar.blogspot.com)
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda