SKRIPSI : MENINGKATKAN KEBERSAMAAN SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING MODEL STAD.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial sangat dipengaruhi oleh lingkungan
tempat tinggal mereka, dengan kata lain lingkungan yang baik akan memberi
dampak positif pada prilaku manusia. Tetapi sebaliknya apabila lingkungan yang
kurang baik maka akan berpengaruh kurang baik pula terhadap prilaku manusianya.
Berkaitan dengan hal tersebut apabila diaplikasikan dalam proses belajar
mengajar di sekolah, peserta diarahkan ke suasana demokrasi agar potensi siswa
dapat berkembang dengan baik.
Menurut Dewey dan Thelan dalam Trianto,
(2007:45) “…sekolah dipandang sebagai laboratorium untuk mengembangkan tingkah
laku demokrasi”. Suasana demokrasi yaitu suasana yang memungkinkan untuk
tumbuhkembangnya potensi-potensi siswa yang positif dan bermanfaat bagi
pembangunan bangsa, seperti halnya mengembangkan kreativitas siswa,
mengembangkan kemampuan berfikir, dan mengembangkan ketrampilan berinteraksi
dengan lingkungan.
Hal ini dalam pembelajaran di sekolah sangat
cocok dengan pembelajaran cooperative learning, yang mana siswa dibagi
dalam kelompok-kelompok kecil dan untuk beberapa pertemuan mereka tetap dalam
kelompoknya kemudian mereka diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar
dapat berkerjasama dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan itu di antaranya
kemampuan menyelesaikan masalah, kecakapan mengemukakan pendapat, kecakapan
menyikapi pendapat temannya, dan membantu teman yang memiliki kemampuan yang
kurang.
Pada dasarnya Pembelajaran cooperative
learning ini adalah untuk menciptakan susana belajar yang lebih hidup dan
nyaman. Hidup dalam pengertian, siswa yang lebih aktif di bandingkan cuma
mendengarkan penjelasan materi dari guru. Nyaman maksudnya adalah suasana
belajar yang tidak kaku karena dengan metode ini sesama siswa lebih leluasa
memberikan pendapat ataupun pertanyaan bahkan bisa memberikan ide di bandingkan
berkomunikasi dengan gurunya.
Dari paparan di atas sangatlah jelas untuk
bekerjasama perlu adanya hubungan yang baik walaupun mereka memiliki latar
belakang yang berbeda Perbedaan di sini bisa karena jenis kelamin laki-laki
atau perempuan, faktor kemampuan pandai atau kurang pandai, faktor lingkungan
keluarga, agama, suku adat budaya dan yang lainnya. Perbedaan ini, di kelas pun
ada dan ini sangat terlihat jelas antara kelompok siswa laki-laki dan kelompok
siswa perempuan dan ada juga siswa yang mau berbaur dengan teman sesama
jenisnya ada juga yang tidak, bahkan seperti ada diskriminasi sehingga menurut
peneliti metode cooperative learning cocok untuk diterapkan agar kebersamaan
lebih meningkat di dalam pembelajaran seni budaya khususnya seni tari. Menurut
peneliti jika perbedaan-perbedaan ini dibiarkan maka akan terjadi
pengelompokan-pengelompokan yang kurang positif dan dikhawatirkan akan lahir
prilaku-prilaku yang kurang baik. Untuk itu perlu adanya pembelajaran cooperative
learning.
Di dalam pembelajaran ini guru hanya sebagai
fasilitator saja atau memberi arahan-arahan apabila ada sesuatu yang belum
dipahami oleh siswa. Guru mengupayakan agar siswa lebih kreatif dan lebih
mengenal teman sekelompoknya atau teman sekelasnya.
Bagi siswa lingkungan sekolah bukan hanya
tempat menuntut ilmu tetapi juga tempat belajar berinteraksi dengan lingkungan
terutama lingkungan sosialnya, seperti belajar bergaul dengan teman sebayanya,
belajar bekerjasama, dan belajar memberi bantuan kepada temannya yang sedang
kesusahan. Hal ini berarti setelah belajar seni budaya khususnya seni tari
dengan menggunakan metode cooperative learning model STAD yang akan
dipakai dalam penelitian ini, itu tidak hanya kebersamaan siswa saja yang
meningkat tetapi harus ada perubahan sikap yang lebih baik sebagai salah satu
bekal dalam hidupnya.
Apabila sejak dini siswa dikenalkan dengan
sikap demokrasi, mudah-mudahan di masa yang akan datang kekerasan atau diskriminasi
tidak akan terjadi. Itu adalah salah satu ketertarikan peneliti mengambil topik
ini dan juga menurut peneliti pembelajaran cooperative leraning di
samping banyak sekali manfaatnya juga metode ini oleh peneliti dianggap lebih
efektif untuk mengatasi permasalahan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam pembahasan
ini adalah
1.
Apakah pengertian dari
metode cooperative learning model STAD?
2.
Apakah pengertian dari
kebersamaan?
3.
Bagaimanakah meningkatkan kebersamaan siswa dengan menggunakan metode cooperative
learning model STAD?
C. Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan permasalahan di atas, pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui :
1.
Pengertian dari metode
cooperative learning model STAD.
2.
Pengertian dari
kebersamaan.
3.
Cara/langkah meningkatkan kebersamaan siswa dengan menggunakan metode cooperative
learning model STAD.
D. Manfaat Pembahasan
Hasil pembahasan ini diharapkan mampu
memberikan masukan yang bermanfaat bagi :
1.
Siswa, dengan
Pembelajaran seni tari dengan menggunakan metode cooperative learning model
STAD mampu menumbuhkan kebersamaan dan sikap demokratis yang tinggi, rasa
tanggung jawab yang tinggi, kecerdasan dan wawasan yang luas terhadap seni
budaya dan semangat belajar sehingga hasil belajar akan lebih bermanfaat.
2.
Sekolah, hasil
penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai dapat menjadi bahan acuan
bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya.
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda