Kamis, 26 April 2018

Unique Fact About Lizard (Fakta Unik Tentang Cicak)

Lizard is a reptile animal that is often found in the walls of our homes. This animal will usually be active at night to search for prey is insects. Lizard has the ability to crawl on walls or trees. Body lizard has a length of about 10 cm, more colored gray and there is also a blackish brown.

Lizard there are several types is walls Lizard  (Cosymbotus platyurus), wood Lizard  (Hemidactylus frenatus) and sugar Lizard (Gehyra mutilata).




Lizard has some unique facts, based on the [source](https://www.amongguru.com/8-fakta-unik-tentang-cicak-yang-perlu-anda-ketahui/)  that the author quotes, the uniqueness of it among others

Lizard is a reptile can swim
Besides being very clever in terms of creep, because it supported the legs that have a sticky liquid, it turns out lizard also has a membrane in the foot that makes lizards can swim. The ability of lizards in swimming is rarely known because as big as life lizard is in the mainland.

Lizard will be weakened if too long touched
Lizards include animals that can not be touched by human hands for long periods of time. If that happens, the lizard body will weaken. This condition is associated with decreased vital organ performance of lizard.

Lizard nobody has white color
The color of the lizard tends toward a brown color, but on average it has a gray, black and brown (or transparent) color. If you've seen a white lizard, instead it happens because of the reflection of the sun.

Lizard cuts its tail to fool the enemy
Facts about the lizard's ability to decide the tail (autotomy) have many who know, because it is a form of adaptation done lizard. But do you know why lizards can stay alive when the tail breaks?
Lizard has a Spinal Modulus, the main part of the central nervous system of the lizard extending from its head to its tail. By the time the tail of the lizard breaks, the Spinalis Modulla section will suffer a little damage, but this does not affect the central nervous lizard.
The tail of the lizard also has an unconscious nerve that keeps the lizard still and able to move even though its tail has slipped from its body. The tail of the broken lizard will grow back shorter than the previous tail.

The formation of tail lizard sometimes less perfect
Sometimes we've come across a lizard tail found branched. It is the cause of the behavior of lizard autotomy that affects cell formation in new tail growth.

Facts about Dirty Lizards
Lizards are animals that process first food eaten before it becomes dirt. Food processing can occur up to five times. Once processed, the dirt will contain extra residual urine, which is ammonia, so as to make cicak litter in the form of solid and smelly sting,
Uniquely, this lizard discharge will be issued by the lizard when in a state of danger or fears.

Lizard active at night
Lizards do more activity at night, so it is included in the nocturnal animals. Some facts prove that the sensory vision of the lizard does not work well during the day, so the lizard will perform activities like looking for food at night.

Lizard as an asthma remedy and itchy skin
Lizards is believed to be effective to help asthma or lung disease. In addition, lizards can also be used as an itching agent on the skin. The type of snippet that is often used for these drugs is lizard walls and sugar lizards.
_


MAKALAH: MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH PADA KEGIATAN KEPEMUDAAN DI GAMPONG JEUMPA B KECAMATAN TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Perjalanan bangsa Indonesia sejatinya tidak terlepas dari keberadaan pemuda, justru sejarah telah mencatat dalam perkembangan lahirnya bangsa Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan, masa kemerdekaan bahkan pasca masa kemerdekaan itu sendiri tidak terlepas dari peranan pemuda.
Pemuda adalah individu yang secara fisik sedang mengalami pertumbuhan jasmani dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional. Dengan begitu pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun kelak (Hasibuan, 2008: 4). Oleh karena itu, pemuda menjadi titik strategis untuk tumpahnya perhatian dari berbagai kalangan baik kepentingan formal maupun non-formal, sesaat maupun jangka panjang, individual maupun organisasional.
Kaum muda merupakan manusia-manusia yang memiliki semangat kuat dan cerdas. Oleh karena itu, pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.
Di pundak pemuda terdapat bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini karena mereka diharapkan dapat menjadi generasi penerus, yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, dan generasi yang harus melangsungkan estafet pembangunan secara terus-menerus. Pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus fungsinya, karena pemuda akan menghadapi berbagai permasalahan, pemuda memiliki potensi yang melekat pada dirinya dan sangat penting artinya sebagai sumber daya manusia. Oleh karena itu, berbagai potensi positif yang dimiliki generasi muda ini harus digarap, dalam arti, di kembangkan dan di bina sehingga sesuai dengan asas, arah, dan tujuan pengembangan dan pembinaan generasi muda di dalam jalur-jalur pembinaan yang tepat serta senantiasa bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, sebagaimana terkandung didalam Pembukaan Undana-Undang Dasar 1945.
Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Pemuda dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dengan melakukan dan menggerakkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun di setiap daerah atau tempat ia tinggal. Misalnya di gampongyang ditempatinya, pemuda harus mampu melakukan kegiatan yang dapat membangun sehingga menumbuhkan rasa bangga masyarakat kepada generasi muda tersebut.
Seperti halnya di desa-gampongdi Indonesia, gampongJeumpa B juga memiliki pemuda dan lembaga kepemudaan. GampongJeumpa B memiliki lembaga kepemudaan yang pada dasarnya kegiatan kepemudaan yang biasanya dilakukan yaitu mengkordinasikan para pemuda-pemudi untuk menggerakan kegiatan seperti kegiatan gotong royong, perlombaan antar dusun yang diadakan pada hari-hari besar tertentu. Di samping itu lembaga kepemudaan memiliki fungsi untuk menjalin tali silahturahmi antarwarga terutama para pemuda GampongJeumpa B. Tetapi permasalahanya adalah para pemuda GampongJeumpa B kurang berpartisipasi aktif dalam menggerakkan kegiatan kepemudaan itu sendiri, hal ini disebabkan kurangnya kordinasi antara lembaga pemerintahan GampongJeumpa B dan Lembaga Kepemudaan tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut lagi mengenai permasalahan kegiatan-kegiatan kepemudaan dan solusi dari masalah yang dihadapi.

B.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan kepemudaan yang ada di GampongJeumpa B Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Selain itu juga untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para pemuda pada kegiatan kepemudaan dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh para pemuda di GampongJeumpa B.


BAB II
GAMBARAN UMUM

A.    Gambaran Gampong Jeumpan B
Gampong Jeumpa B merupakan salah satu gampongdi Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Privinsi Aceh. Nama Gmpong Jeumpa di ambil dari nama pohon bunga yang terkenal di Aceh yaitu bungong Jeumpa. Gampong Juempa B memiliki luas wilayah + 365Ha dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1.      Sebelah Utara berbatasan dengan gampong Tengoh B
2.      Sebelah Selatan berbatasan dengan gampong Pante B
3.      Sebelah Timur berbatasan dengan gampong Rayeek Naleung
4.      Sebelah Barat berbatasan dengan gampong Alue
Seperti gamponglainnya, aktifitas di gampong Jeumpa B yang menyangkut dengan kepemuaan meliputi kegiatan yang positif yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan, sosial dan olahraga. Dengan kegiatan tersebut menunjukkan pemuda gampongmekargalih memiliki potensi yang besar serta keinginan untuk maju dan berkembang dengan baik. Dengan tersalurkan oleh kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para pemuda jauh dari kegiatan yang negatif seperti seperti perilaku kekerasan, narkoba, sex, pornografi, kriminal, dll.
Dengan suasana gampongJeumpa B yang religius dan didukung dengan masjid dan pondok pesantren para pemuda sangat antusias dengan kegiatan pengajian, acara maulid nabi serta acara keagamaan besar lainnya.

B.     Kegiatan-kegiatan Kepemudaan di Gampong Jeumpa B
Kegiatan-kegiatan kepemudaan yang ada di gampong Jeumpa B adalah sebagai berikut :
1.      Pengajian Mingguan
Pengajian ini dilaksanakan tiap malam sabtu ba’da Isya dengan kajian tilawah Qur’an dan pemahaman artinya, dan juga ilmu-ilmu lain yang diajarkan oleh Ustad/Teungku dari masyarakat GampongJeumpa B sendiri.
2.      Kegiatan Gotong Royong
Kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh warga desa, seperti kerja bakti yang rutin dilakukan setiap hari Sabtu atau Minggu setiap minggunya yaitu untuk pembersihan pekarangan Meunasah. Selain itu juga membantu untuk mengkordinasikan kegiatan gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi di sawah. Dalam gotong royong  pembersihan saluran irigasi tersebut, biasanya para pemuda mengkordinasikan warga antar dusun untuk bergantian membersihkan saluran irigasi, biasanya per pemuda memiliki jatah pembersihan sepanjang 1-2 meter.
3.      Perlombaan Olahraga antar Dusun
Perlombaan Olahraga antar dusun ini melibatkan seluruh warga dusun di GampongJeumpa B. Biasanya perlombaan ini dilakukan ketika hari besar tertentu, seperti  Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Perlombaan yang biasanya dilakukan adalah :
a.       Perlombaan Bola Voli antar dusun
b.      Perlombaan Sepak Bola/Futsal antar dusun
4.      Maulid Nabi
Pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, biasanya para pemuda mengadakan acara dakwah Islamiah.
5.      Kegiatan Olahraga
Manfaat olahraga untuk kesehatan tubuh kita memang sudah lama terbukti. Latihan olahraga penting tidak hanya penting untuk memelihara kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental. Warga GampongJeumpa B memiliki hobi olahraga yaitu Bola Volly, sehingga pemuda GampongJeumpa B memiliki klub bola volly yang diberi nama Putra Kiber VC. Dan setiap sore pemuda mengadakan latihan rutin.

  
BAB III
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
KEGIATAN KEPEMUDAAN

A.    Permasalahan Kegiatan Kepemudaan
Kegiatan-kegiatan kepemudaan di gampongJeumpan B yang telah disinggung pada pembahasan bab sebelumnya yaitu Pengajian Mingguan, Kegiatan Gotong Royong, Perlombaan Olahraga antar Dusun, Maulid Nabi dan Kegiatan Olahraga.
Permasalahan yang terjadi pada setiap kegiatan kepemudaan timbul karena permasalahan generasi muda itu sendiri. Permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain sebagai berikut:
a.    Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
b.    Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c.  Belum seimbang antara jumlah generasi pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun nonformal. Tingginya jumlah putus sekolah karena berbagai sebab bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
d.   Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran di kalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya prokdutivitas oleh nilai-nilai (kekuasaan, rakyat, dan sebagainya), makin besar kemungkinan timbulnya pengaburan arti. Karena itu, masalah arti menjadi sangat penting.
Permasalahan yang terjadi di gampongjeumpa B terhadap kegiatan kepemudaan yang sudah dibentuk yaitu kurang minat pemuda terhadap kegiatan yang bersifat agama dan sosial, pemuda lebih cenderung menyukai kegiatan yang bersifat olah raga.
Pada kegiatan agama (pengajian malam), di gampongJemumpa B terlihat pemuda yang menghadiri kegiatan pengajian masih minim. Pengajian dilakukan setiap malam Sab’tu yang dimulai setelah shalat magrib dan berakhir setelah sholat insya. Jika dicermati, pengajian dilakukan hanya selama 1 jam, karena dimulai setelah shalat magrib jam 6.30wib dan berakhir pada waktu shalat insya pukul 8.00wib. dan juga pada saat berlangsungnya pengajian, banyak pemuda yang nongkrong di warung kopi dan tempat terbuka lainnya.
Pada kegiatan sosial, kegiatan gotong royong merupakan kegiatan sosial dapat dilihat dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh pemuda untuk pembangunan desa. Permasalahan yang terjadi misalnya gotong royong membersihkan saluran irigasi, para pemuda masih banyak yang tidak membantu dan menghiraukan kegiatan tersebut, banyak pemuda menganggap bahwa mereka tidak perlu membersihkan saluran irigasi karena belum memiliki sawah sendiri. Kegiatan sosial lainnya yaitu pada saat gotong royong mendirikan tenda pada saat ada masyarakat terkena musibah (meninggal), banyak juga pemuda yang tidak hadir untuk membantu. Beda halnya dengan gotong-royong mendirikan tenda untuk penduduk yang mengadakan pesta perkawinan, banyak dari pemuda meluangkan waktu untuk datang membantu.
 Pada kegiatan olahraga. Olahraga merupakan suatu fenomena yang mendunia dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bahkan melalui olahraga dapat dilakukan national character building suatu bangsa, sehingga olahraga menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan diri, identitas bangsa, dan kebanggaan nasional. Berbagai kemajuan pembangunan di bidang keolahragaan yang bermuara pada meningkatnya budaya dan prestasi olahraga. Kegiatan olahlaga yang terjadi di GampongJeumpa B, para pemuda sangat antusias membantu setiap kegiatan yang diadakan. Akan tetapi permasalahan juga sering timbul dari kegiatan kepemudaan yang bersifat olah raga tersebut, hal ini terlihat banyak pemuda yang kecewa setelah kegiatan olah raga dilakukan (misalnya pertandingan bola volly) dikarenakan penggunaan anggaran yang tidak sesuai atau tertutup. Selain itu permasalahan berkaitan dengan kegiatan pelatihan rutin olah raga (volly), dimana masih kurangnya fasilitas untuk latihan misalnya masih kurang jumlah bola dan lapangan volley masih bertanah sehingga jika musim penghujan latihan tidak bisa dilakukan karena lapangan becek.

B.     Pemecahan Masalah pada Setiap Kegiatan Kepemudaan
Setiap permasalahan yang telah diuraikan di atas, tentunya memiliki solusi dan pemecahan masalah tersendiri yang dilakukan oleh organisasi pemuda di GampongJeumpa B. Pada dasarnya dalam memecahkan masalah yang telah di uraikan diatas, diperlukan tiga jenis kegiatan yang harus dilakukan yaitu persiapan, definisi, dan solusi. Usaha definisi mencakup mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. Usaha solusi mencakup mengindentifikasi berbagai solusi alternatif dan memilih salah satu yang nampaknya positif, menerapkan solusi dan membuat tindak lanjut untuk meyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
Untuk mengatasi setiap permasalahan yang terjadi pada kegiatan kepemudaan tersebut, kepala pemuda menjalin kerja sama dengan perangkat pemerintahan gampongatau meminta saran dari perangkat desa. Dan kepala pemuda mengambil kebijakan bahwa untuk menghidupkan suasana pengajian di meunasah para pemuda diwajinkan untuk datang kepengajian, jika tidak maka tidak boleh keluar rumah sebelum jam 8.00Wib. Dan juga memberlakukan piket atau daftar wajib hadir ke pengajian atau majelis taklim untuk setiap pemuda yang ada di gampongJeumpa B, dimana setiap minggu para pemuda diwajibkan piket satu malam untuk hadir ke pengajian.
Untuk pemecahan masalah kegiatan sosial. Pemuda diarahkan oleh perangkat gampongmelalui sosialisasi tentang pentingnya gotong royong dan kerja bakti. Gotong royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap pekerjaan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang. Kerja bakti pembersihan saluran irigasi yang dilakukan pemuda akan sangat menguntungkan dalam mata pencaharian pemuda pada saat panen tiba. Pada saat penen tiba, pemuda akan menikmati hasil penen/mendapat jerih setelah melakukan pekerjaan yang dibutuhkan pada saat penen. Untuk membangkitkan semangat kerja bakti bagi pemuda, pihak perangkat gampongmemberikan apresiasi kepada pemuda yang mau ikut membantu dengan memberikan uang minum seadanya bagi pemuda yang ikut bakti sosial. Sedangkan pemecahan masalah yang dilakukan kepala pemuda yaitu memberlakukan denda bagi pemuda yang tidak membantu gotong royong atau kerja bakti dengan denda membayar uang sebesar 5000 bagi pemuda yang tidak bisa hadir.
Sedangkan pemecahan masalah yang dilakukan oleh pemuda gampongJeumpa B yang timbul dari kegiatan olah raga yaitu dengan membentuk panitia pada setiap kegiatan olah raga yang dilakukan. Panitia yang dibentuk merupakan pilihan atau hasil poling dari seluruh pemuda yang ada didesa. Panitia yang dibentuk diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Dimana pembukuan terhadap kegiatan yang telah dilakukan oleh panitia wajib dipertanggung jawabkan dengan melaporkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, laporan pertanggung jawaban harus disampaikan secara rinci kepada semua pemuda gampongdengan mengadakan rapat pertanggung jawaban kegiatan yang telah dilakukan panitia kepada seluruh pemuda. Selain itu untuk melengkapi seluruh keperluan alat pelatihan volley, kepala pemuda menyisihkan dana sebesar 20% dari dana kepemudaan untuk membeli keperluan volley seperti bola, net, jarring lapangan dan untuk keperluan plasteran lapangan.

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dib ahs, dapat penulis simpulkan bahwa kegiatan kepemudaan yang ada di gampongJeumpa B yaitu kegiatan pengajian, bakti social (gotong rotong), perlombaan olah raga, dakwah, dan kegiatan olah raga. Permasalahan yang terjadi di gampongjeumpa B terhadap kegiatan kepemudaan yang sudah dibentuk yaitu kurang minat pemuda terhadap kegiatan yang bersifat agama dan sosial, pemuda lebih cenderung menyukai kegiatan yang bersifat olah raga.
Pada dasarnya dalam memecahkan masalah yang dilakukan pemuda gampongJeumpa B dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu persiapan, definisi, dan solusi. Untuk mengatasi setiap permasalahan yang terjadi pada kegiatan kepemudaan tersebut, kepala pemuda menjalin kerja sama dengan perangkat pemerintahan gampongatau meminta saran dari perangkat desa.

B.     Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu diharapkan kepada seluruh pemuda di gampongJeumpa B untuk mengikuti setiap kegiatan kepemudaan yang dilakukan, sehingga mampu membangkitkan semangat generasi muda yang penuh iman, taqwa dan sehat jasmani dan rohani. Untuk setiap kegiatan yang dicanbangkan kepala pemuda harus mengkonsultasikan dengan perangkat gampongdan seluruh pemuda yang ada di gampong untuk berhasilkan setiap kegiatan yang akan dilakukan. Adapun solusi dan saran untuklLembaga lepemudaan gampong Jeumpa B
1.  Perlu adanya kordinasi yang integratif antara pihak Lembaga Kepemudaan dan Pemerintahan daerah agar tidak terjadi Distorsi informasi.
2.      Perlu adanya pelatihan upgrading kepemudaan tentang motivasi untuk membangun gampong
3. Kordinasi dan penghargaan masyarakat terhadap kepemudaan sangat diperlukan dalam menggerakan pemuda di gampong

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Mawardi- Ir. Nur Hidayati, (2009). Remaja dan Pemuda dalam Permasalahan Generasi Nasional. Jakarta: Yarsif Watampone.

Hasibuan, (2008), Pendekatan Pokok Dalam Mempertimbangkan Remaja Masa Kini. Bandung: CV. Pustaka Setia.

ICT Sumenep, (2014). Pemuda dan Kegiatan Kepemudaan, http://dpdldiisumenep.wordpress.com/pemuda-kegiatan-kepemudaan.html 

Ferdiyan Pratama (2014), Membangkitkan Karang Taruna. http://puspensos-kemsos.go.id/modules.php?name=file=article&sid=61.html    


MAKALAH: KEWAJIBAN ADVOKAT


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Proses hukum menjadi ajang beradu teknik dan keterampilan. Siapa yang lebih pandai menggunakan hukum akan keluar sebagai pemenang dalam berperkara. Bahkan, advokat dapat membangun konstruksi hukum yang dituangkan dalam kontrak sedemikian canggihnya sehingga kliennya meraih kemenangan tanpa melalui pengadilan. Pada zaman modern seperti sekarang ini tidak jarang kejahatan yang kerap kali terjadi belakangan ini motivnya karena keadaan ekonomi, sosial maupun moral. Selain itu juga kejahatan membuat masyarakat menjadi resah dan takut serta dapat pula merusak tatanan hidup masyarakat. Dengan semakin terbukanya mata masyarakat terhadap masalah hukum maka peran advokat menjadi semakin penting. Hal ini menempatkan kedudukan advokat menjadi sama pentingnya dengan lembaga penegakan hukum lainnya seperti Kepolisian, Jaksa dan Hakim.

B.     Perumusan Masalah
Adapun permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah apa saja kewajiban advokat?

C.    Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan yang hendak di capai dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang kewajiban-kewajiban dari advokat.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Advokat
Kata Advokat itu sendiri berasal dari bahasa latin advocare, yang berarti to defend, to call to one’s aid, to vouch or to warrant. Sedangkan dalam bahasa Inggris Advocate, berarti to speak in favor of or defend by argument, to support, indicate or recommend publicly[1].
Sedangkan menurut UU No. 18 Tahun 2003 Pasal 1 angka 1 menerangkan bahwa Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undan-undang ini.
Secara terminologis, terdapat beberapa pengertian Advokat yang dapat didefinisikan oleh para ahli hukum, organisasi, peraturan dan perundang-undangan yang pernah ada sejak masa kolonial hingga sekarang.
Yudha mengartikan bahwa Advokat adalah orang yang mewakili kliennya untuk melakukan tindakan hukum berdasarkan surat kuasa yang diberikan untuk pembelaan atau penuntutan pada acara persidangan di pengadilan atau beracara di pengadilan[2]. Ada juga diartikan Advokat sebagai Seorang penasehat hukum adalah seorang yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh atau berdasarkan undang-undang untuk memberikan bantuan hukum[3].
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa Advokat adalah profesi yang memberikan jasa hukum kepada masyarakat atau kliennya, baik secara litigasi maupun non litigasi dengan mendapatkan atau tidak mendapatkan honorarium/fee.
B.     Hak dan Kewajiban Advokat
Sukris Sarmadi menjelaskan hak seorang advokat dalam menjalankan profesi adalah sebagai berikut :
1.      Hak kebebasan dan kemandirian (independen) 
Hak kebebasan dan kemandirian diatur dalam pasal 14 dan 15, sebagai berikut :
Pasal 14
“Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan berrpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan”

Pasal 15
 “Advokat bebas menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan”

Kebebasan mengeluarkan pendapat adalah membuat pernyataan-pernyataan, baik secara lisan maupun tulisan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dalam sidang pengadilan sesuai kapasitasnya sebagai advokat. Sedangkan kebebasan dalam menjalankan tugasnya adalah upaya  dirinya dalam melakukan pembelaan secara hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan.
2.      Hak imunitas
Hak imunitas adalah hak kekebalan seorang advokat dalam membela perkaranya yang menjadi tanggung jawabnya, bahwa ia tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana ketika menjalankan profesinya itu. Dalam pasal 16 dan pasal 18 ayat 2, sebagai berikut :
Pasal 16
“Advokat tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan”




Pasal 18
“Advokat tidak dapat diidentikkan dengan klien nya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan atau masyarakat”

3.      Hak meminta informasi
 Hak untuk memperoleh informasi terhadap perkara yang dihadapinya merupakan kemutlakan atas diri advokat, baik karena kepentingan menjalankan tugasnya maupun  karena kepentingan hukum dari orang yang menjadi tanggung jawabnya (klien), hal ini dituangkan dalam pasal 17, sebagai berikut :
Pasal 17
“Dalam menjalankan profesinya, Advokat berhak memperoleh informasi, data, dan dokumen lainnya, baik dari instansi pemerintah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan tersebut yang diperlukan untuk pembelaan kepentingan kliennya sesuai dengan peraturan perundang-undangan”

4.      Hak ingkar
 Seorang advokat berhak untuk mengajukan keberatan-keberatannya dalam persidangan. Ia berhak melakukan tangkisan-tangkisan (eksepsi) terhadap perkara yang di belanya. Dalam hal pidana, ia berhak bukan hanya melakukan eksepsi tetapi juga mengingkari, mengajukan keberatan dan menganulir segala tuntutan jaksa bahkan atas segala putusan dalam persidangan atau keberatannya karena keberatan kliennya sebagai terdakwa yang untuk mengajukan banding, kasasi, dan seterusnya. Dijelaskan dalam Undang-undang No. 8 tahun 1981.
5.      Hak untuk menjalankan praktek peradilan di seluruh wilayah Indonesia
Hak ini sangat luas, bila dibandingkan dengan para penegak hukum lainnya, seperti contoh hakim pengadilan tingkat pertama tidak boleh mengadili perkara pada pengadilan tingkat kedua. Demikian juga penegak hukum lainnya. Hal ini diatur dalam UU No. 18 tahun 2003 pasal 5 ayat 2, sebagai berikut :
wilayah kerja Advokat meliputi seluruh wilayah Negara republik Indonesia.”


6.      Hak berkedudukan sama dengan penegak hukum lain
Dalam persidangan, baik advokat, hakim maupun jaksa, penuntut umum dmemiliki kedudukan yang sama dalam upaya terselenggaranya suatu peradilan yang jujur, adil dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan dalam menegakkan hukum, kebenaran, keadilan, dan hak asasi manusia. Dalam pasal 5 ayat 1 Undang-undang No. 18 Tahun 2003, sebagai berikut :
Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang di jamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”

Dalam penjelasannya pasal 5 ayat  1 Undang-undang No. 18 Tahun 2003, sebagi berikut :
Yang dimaksud  dengan “advokat berstatus sebagai penegak hukum” adalah advokat sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan yang mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnyabdalam menegakkan hukum dan keadilan”

7.      Hak memperoleh honorarium dan melakukan retensi
Dalam menjalankan jasa hikum, seorang advokat berhak menerima honor atas kerja  hukumnya yang nilai besarnya atas  kesepakatannya bersama kliennya. Apa yang dimaksud honorarium adalah dijelaskan dalam ketentuan umum pasal 1 ayat 7 :
“Honorarium adalah imbalan atas jasa hukum yang diterima oleh advokat berdasarkan kesepakatan dengan klien”

Kemudian pada Bab V pasal 21 dirincikan sebagai berikut :
(1)         Advokat berhak menerima honorarium atas jasa hukum yang telah diberikan kepada kliennya.
(2)         Besarnya honorarium atas jasa hukum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditetapkan secara wajar berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.”

 Adapun hak retensi merupakan hak seorang advokat untuk menahan surat-menyurat, dokumen tertentu ataupun menunda pekerjaannya dalam hal ketika kliennya ingkar janji dalam pembayaran fee atau honorarium kepada dirinya.

8.      Hak untuk melindungi dokumen dan rahasia klien
Kerahasiaan klien adalah sangat penting dijaga. Baik demi kepentingan klien itu sendiri maupun hubungan dirinya dengan seorang advokat maupun hubungannya dengan hukum. Dokumen berupa surat-surat berharga yang diserahkan klien kepadanya tidak boleh berpindah tangan kepada orang lain, bahkan hanya sekedar untuk dibaca orang lain.
Dalam UU No. 18 Tahun 2003 pada pasal 19 dirincikan sebagai berikut :
(1)      Advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui atau diperoleh dari kliennya karena hubungan profesinya, kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang.
(2)      Advokat berhak atas kerahasiaan hubungannya dengan klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik advokat.

9.      Hak memberikan somasi
 Somasi adalah salah satu yang biasa yang dilakukan seorang advokat agar pihak tertentu dapat memahami langkah hukum yang akan dilakukan oleh seorang advokat. Somasi dapat berupa mengingatkan terhadap pihak tertentu untuk melakukan sesuatu atau untuk tidak melakukan sesuatu.
10.  Hak membuat legal coment atau legal opinion[4].

Hak dan kewajiban advokat menurut Pasal 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat adalah :
1.      Pasal 14
Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilandengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.
2.      Pasal 15
Advokat  bebas  dalam menjalankan tuga profesinya untuk membela perkara yang menjadi  tanggung  jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan  perundang-undangan.
3.      Pasal 16
Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan Klien dalam sidang pengadilan.
4.      Pasal 17
Dalam menjalankan profesinya, Advokat berhak memperoleh informasi, data, dan dokumen lainnya, baik dari instansi Pemerintah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan tersebut yang diperlukan untuk pembelaan kepentingan Kliennya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
5.      Pasal 18
(1)   Advokat dalam menjalankan tugas profesinya dilarang membedakan perlakuan  terhadap Klien berdasarkan jenis kelamin, agama, politik, keturunan, ras, atau latar belakang sosial dan budaya.
(2)   Advokat tidak dapat diidentikkan dengan Kliennya dalam membela perkara Klien oleh pihak yang berwenang dan/atau masyarakat.
6.      Pasal 19
(1)   Advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui/diperoleh dari kliennya karena hubungan profesinya, kecuali ditentukan lain oleh UU.
(2)   Advokat berhak atas kerahasiaan hubungannya dengan Klien, termasuk perlindungan berkas dan dokumen terhadap penyitaan/pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik Advokat.
7.      Pasal 20
(1)   Advokat dilarang memegang jabatan lain yang bertentangan dengan kepentingan  tugas  dan  martabat  profesinya.
(2)   Advokat dilarang memegang jabatan lain yang meminta pengabdian sedemikian rupa sehingga merugikan profesi Advokat atau mengurangi kebebasan dan kemerdekaan dalam menjalankan tugas  profesinya.
(3)   Advokat yang menjadi pejabat negara, tidak melaksanakan tugas profesi Advokat  selama  memangku  jabatan  tersebut[5].
Adapun kewajiban seorang advokat menurut Sukris Sarmadi adalah sebagai beriktu :
1.      Menjunjung kode etik profesi (pasal 26 UU No. 18/2003)
2.      Menegakkan hukum termasuk supremasi hukum dan hak asasi manusia (UU. No.18 tahun 2003 dan Bab II pasal 2 Kode Etik Advokat)
3.      Bersungguh-sungguh melindungi dan membela kepentingan kliennya dalam hal jasa hukum tertentu yang telah mereka perjanjikan. (pasal 4 huruf I, j dan k kode etik advokat)
4.      Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui atau diperoleh dari kliennya karena hubungan profesinya, kecuali ditentukan oleh undang-undang (pasal 19 (1) UU No. 18 tahun 2003)
5.      Menghormati lembaga peradilan sebagai officer of the court dan segala perangkat didalamnya termasuk membantu hakim dalam mencari kebenaran.(Pasal 218 KUHAP)
6.      Bertingkah laku sesuai dengan kehormatan, martabat, dan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban sebagai advokat. (pasal 4 ayat 3 poin 5 UU No. 18 tahun 2003)
7.      Bersikap, bertingkah laku, bertutur kata, atau mengeluarkan pernyataan hormat terhadap hukum, peraturan perundang-undangan atau pengadilan. (pasal 6 ayat 3 UU No. 18 tahun 2003)
8.      Melaksanakan tugas profesi sebagai pemberi jasa hukum, bertindak jujur, adil dan bertanggung jawab berdasarkan hukum dan keadilan. (pasal 4 ayat 3 UU No. 18 tahun 2003)
9.      Memberi bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi klien yang tidak mampu.(pasal 22 UU No. 18 tahun 2003)
10.  Menggunakan atribut khusus dalam sidang pengadilan perkara pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (pasal 25 UU No. 18 tahun 2003)[6].


C.    Kewajiban Advokat dalam Sistem Peradilan di Indonesia
Pada dasarnya kewajiban advokat merupakan profesi yang bersifat otonom, karena profesi advokat merupakan profesi yang bebas. Profesi advokat merupakan  profesi yang bebas. Profesi advokat mempunyai suatu standar nilai dan norma tersendiri yang dilahirkan dan diterapkan dari kalangan profesi itu sendiri. Dengan demikian kewajiban pokok yang berkaitan dengan profesinya ditetapkan oleh organisasi profesi itu sendiri, yaitu tanggung jawab profesi hukum atau secara umum disebut dengan kode etik profesi.
Disamping adanya kewajiban yang tercakup dalam tanggung jawab profesi hukum yang bersifat otonom, advokat juga dikenai kewajiban tertentu oleh Negara. Ini didasarkan pada kedudukannya yang tidak terlepas dari sistem penegakan hukum dalam suatu Negara. Dengan dasar ini, Negara perlu memberikan pengaturan dalam batas-batas tertentu untuk menjamin bahwa sistem penegakan hukum akan dapat berjalan dengan baik. Kewajiban advokat dalam sistem peradilan di Indonesia antara lain :
1.      Kewajiban untuk memenuhi kualifikasi.
Salah satu kewajiban pokok advokat adalah sebagai pelaksana fungsi pemberian bantuan hukum dilingkungan peradilan yang diatur oleh Negara adalah dipenuhinya kualifikasi dasar agar dapat berinteraksi secara fungsional dengan pelaku peradilan lainnya, dan menjamin terselenggaranya proses peradilan berdasarkan prinsip peradilan yang sederhana, murah dan cepat.
Disamping itu, Negara perlu memastikan ketaatan para advokat terhadap ketentuan hukum acara disemua lingkungan peradilan yang ada. Tanpa adanya standar kualifikasi misalnya, dapat terjadi situasi dimana advokat yang beracara di pengadilan tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hukum acara dan substansi hukum kasus yang disidangkan sehingga terjadi kekacauan dalam peradilan kasus tersebut.
Dasar pemikiran perlunya kualifikasi tertentu bagi advokat adalah karakteristik utama dari profesi yaitu adanya pengetahuan dan lemampuan yang mendalam. Pengetahuan dan kemampuan yang mendalam inilah yang kemudian dilembagakan dalam ukuran kemampuan atau kualitas yang sama bagi setiap orang melalui penentuan kualifikasi. Tanpa adanya kualifikasi ini, maka pembedaan antara masyarakat umum dengan masyarakat profesi tertentu tidak akan dapat dilakukan, karena itu penting bagi Negara untuk menetapkan perlunya kualifikasi standar bagi advokat[7].
Bukan hanya untuk memberikan batasan yang pasti mengenai orang-orang yang diberikan hak-hak tertentu dihadapan pengadilan selain institusi Negara, melainkan juga guna melindungi masyarakat pengguna jasa hukum agar mendapatkan jasa yang memadai. Sesuai dari ciri profesi yang mempunyai otonom dalam mengatur profesinya, batasan kualifikasi diatur oleh komunitas advokat sendiri melalui organisasi profesi. Pemenuhan standar kualifikasi tertentu dinyatakan melalui setifikat. Di sinilah Negara dapat memberikan batasan mengenai pihak yang dapat  diakui sebagai advokat berikut dengan hak istimewa dalam sistem peradilan yang melekat pada profesi itu.
2.      Kewajiban untuk Menghormati Institusi dan Proses Peradilan.
Kewajiban advokat lainnya adalah kewajiban untuk menghormati institusi peradilan. Ada dua hal yang melatarbelakangi kewajiban tersebut yaitu :
a.       Institusi dari proses peradilan harus memiliki kewibawaan yang memadai karena tugasnya untuk menyelesaikan sengketa. Institusi peradilan membutuhkan kewibawaan yang tinggi agar perintah-perintah atau putusannya dapat dihormati dan lebih mengikat.
b.      Kewajiban ini berakar dari tanggung jawab ideal profesi hukum sebagai bagian dari sistem peradilan. Latar belakang ini mengarah pada tanggung jawab profesi yang dituangkan dalam Kode Etik Bersama Komunikasi Advokat Indonesia, yang secara mendasar mengatur bahwa advokat dalam melakukan pekerjaannya wajib untuk selalu menjunjung tinggi hukum, kebenaran dan keadilan[8].

Advokat dalam melakukan pekerjaannya harus bersikap santun terhadap para pejabat penegak hukum, juga terhadap sesama profesinya sendiri.
3.      Kewajiban untuk Mentaati Ketentuan Hukum Acara.
Pedoman normative yang harus selalu dipegang advokat dalam menjalankan profesinnya adalah hukum acara. Sebagai perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan fungsi dari setiap elemen peradilan agar ketentuan-ketentuan hukum material dapat ditegakkan, hukum acara layak ditempatkan sebagai salah satu kewajiban advokat. Pelanggaran ketentuan hukum acara dapat berakibat luas bagi proses peradilan dan dapat mendatangkan konsekuensi yuridis bagi pihak-pihak yang terkait dengan jalannya peradilan. Pelanggaran hukum acara juga menganggu terlaksananya prinsip peradilan yang sederhana, murah dan cepat[9].
Disamping perlindungan kepentingan hukum klien, terdapat alasan yang menguatkan pentingnya ketaatan prosedur yang dibebankan kepada advokat. Apabila keberadaan advokat dipahami sebagai kebutuhan sistem peradilan akan fungsi yang mandiri, yang mampu menjaga objektifitas dan keseimbangan dari proses peradilan, bukan sebagai kebutuhan klien semata, maka kesalahan prosedur akan mengganggu proses peradilan secara keseluruhan.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Advokat adalah orang yang mendampingi pihak yang berperkara. Tugas utama advokat adalah memastikan klien yang didampingi mendapatkan hak-hak yang semestinya dalam melakukan tindakan hukum.
2.      Hak dan kewajiban advokat menurut Pasal 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
3.      Seorang advokat dalam menjalankan profesi memiliki hak kebebasan dan kemandirian (independen); hak imunitas; hak meminta informasi; hak ingkar; hak untuk menjalankan praktek peradilan di seluruh wilayah Indonesia; hak berkedudukan sama dengan penegak hukum lain; hak memperoleh honorarium dan melakukan retensi; hak untuk melindungi dokumen dan rahasia klien; hak memberikan somasi; dan hak membuat legal coment atau legal opinion.
4.      Kewajiban seorang advokat adalah menjunjung kode etik profesi;  menegakkan hukum dan HAM; bersungguh-sungguh melindungi dan membela kepentingan kliennya; merahasiakan segala sesuatu yang diketahui/diperoleh dari kliennya; menghormati lembaga peradilan dan segala perangkat didalamnya; bertingkah laku sesuai dengan kehormatan, martabat, dan tanggung jawab; bersikap, bertingkah laku, bertutur kata hormat terhadap hukum, peraturan perundang-undangan atau pengadilan; melaksanakan tugas profesi sebagai pemberi jasa hukum, bertindak jujur, adil dan bertanggung jawab berdasarkan hukum dan keadilan; memberi bantuan hukum secara cuma-Cuma bagi klien yang tidak mampu; dan menggunakan atribut khusus dalam sidang pengadilan perkara pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
5.      Kewajiban advokat dalam sistem peradilan di Indonesia yaitu kewajiban untuk memenuhi kualifikasi,  kewajiban untuk Menghormati Institusi dan Proses Peradilan, dan Kewajiban untuk Mentaati Ketentuan Hukum Acara.


REFERENSI



[1]Nurhadi. Bunga Rampai:  Sikap Hakim Terhadap Keabsahan Advokat Beracara di Pengadilan Berkaitan Dengan Asal Organisasinya. PDF File (2013), di Akses pada http:// http://lbhalwalindo.wordpress.com/advokat/PDF/
[2]Yudha Pandhu, Klien dan Penasehat Hukum dalam Perspektif Masa Kini, (Jakarta: PT. Abadi Jaya, 2001), hal. 11.
[3]Welin Kusuma, Peran, Fungsi dan Perkembangan Organisasi Advokat, di http://peradi-sby.blogspot.com http://welin-kusuma. wordpress.com/advokat/
[4] H.A Sukris Sarmadi. Advokat Litigasi dan Non Litigasi Pengadilan. (Bandung : Mandar Maju, 2009), hal. 59-66
[5] Supriadi. Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. (Jakarta : Sinar Grafika, 2013), hal. 66-67
[6] H.A Sukris Sarmadi. Advokat Litigasi dan Non Litigasi Pengadilan. (Bandung : Mandar Maju, 2009), hal. 67
[7] Darmodiharjo, Darji. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. (Jakarta: Gramedia), hal. 319
[8] Abdul Wahid dan Muh. Muhiddin, Etika Profesi Hukum Rekonstruksi Citra Peradilan di Indonesia, (Malang: Bayu Media, 2009), hal. 16
[9] Ibid., hal. 25