MAKALAH : SEJARAH MONGOLIA
MAKALAH : SEJARAH MONGOLIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Jatuhnya
kota Baghdad pada tahun 1258 M Ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri
khilafah abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran
politik dan peradaban islam, karena bagdad sebagai pusat kebudayaan dan
peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula
lenyap di bumihanguskan oleh pasukan mongol yang di pimpin Hulagu khan.
Bangsa
mongol berasal dari daerah pengunungan mongolia,yang membentang dari asia
tengah sampai ke siberia utara, tibet selatan, dan manchuria barat serta
turkistan timur.nenek moyang mereka bernama alanja khan, yang mempunyai dua
putra kembar, tatar dan mongol. Kedua putra itu melahirkan dua suku besar,
mongol dan tatar. Mongol mempunyai anak bernama iikhan, yang melahirkan
keturunan pemimpin bangsa mongol di kemudian hari.
Dalam
rentang waktu yang sangat panjang, kehidupan bangsa mongol tetap sederhana. Mereka mendirikan kemah-kemah dan
berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, mengembala kambing dan hidup
dari hasil buruan. Mereka juga hidup dari hasil perdagangan Tradisional, yang mempertukarkan kulit
binatang dengan binatang yang lain, baik di antara sesama mereka maupun dengan
bangsa Turki dan Cina yang manjadi tetangga mereka. Sebagaimana umumnya bangsa
Nomad, orang-orang mongol mempunyai watak yang kasar, suka berperang, dan
berani menghadang maut dalam mencapai keinginannya. Akan tetapi, mereka sangat
patuh kepada pemimpinnya. Mereka menganut agama Syamaniah (syamanism),
menyembah bintang-bintang, dan sujut kepada matahari yang sedang terbit. Kemajuan
bangsa mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan yasugi
bahadur khan. Ia berhasil menyatukan 13 kelompok suku yng ada pada waktu itu.
Setelah yasugi meninggal, putranya, Timujin yang berusia 13thn , tampil sebagai
pepimpin. Dalam waktu 30 tahun, ia berusaha memperkuat angkatan perangnya
dengan menyatukan bangsa mongol dengan suku bangsa lain, sehingga menjadi satu
pasukan yang teratur dan tangguh. Pada tahun 1206m, ia mendapat gelar jengis
khan, raja yang perkasa. Ia mendapat suatu undang-undang yang disebut-nya
alyasak atu alyasah, untuk mengatur kehidupan rakyatnya. Wanita mempunyai
kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam kemiliteran . pasukan perang dibagi
dalam beberapa kelompok besar-kecil, seribu, dua ratus, dan sepuluh orang.
Tiap-tiap kelompok dipimpin oleh seorang komandan. Dengan demikian bangsa
mongol mengalami kemajuan pesat dibidang militer.
Setelah
pasukan perangnya terorganisasi dengan baik, jengis khan berusaha memperluas
wilayah kekuasaan dengan melakukan penaklukun terhadap daerah-daerah lain.
Serangan pertama diarahkan ke kerajaan cina. Ia barhasil menduduki pekng tahun
1215m. Sasaran selanjutnya adalah negari-negeri islam. Pada tahun 606H sampai
1209M, tentara mongol keluar dari negerinya dengan tujuan turki dan Fergana,
kemudia, terus ke samarkand.
Pada
mulanya, mereka mendapat perlawanan berat dari penguasa khawarizm, Sultan Ala
Al- Din di turkistan.pertempran berlangsung seimbang. Karena itu ,
masing-masing kembali ke negrinya. Sekitar sepuluh tahun kemudian,mereka masuk
Bukhara , Ssamarkhan , Khurasan, HamadZan, Quzwain, dan sampai ke pembatasan
Irak. Di Bukhara, ibu kota khawariZm, mereka kembali mendapat perlawanan dari
Sultan Ala Al-Din, tetapi kali ini
mereka dengan mudah dapat mengalahkan
pasukan Khawarizh. Dari sana pasuan mongol terus ke Azerbaijan. Di
sitiap daerah yangdi laluinya, pembunuhan besar-besaran terjadi. Semua banguan di hancurkan, sehingga tidak
terbentuk lagi,demikian juga isi
bangunan yang sangat berrnilai sejarah.
Sekolah-sekolah, mesjid-mesjid, dan gedung-gedung lainnya di bakar.
Begitu
pula dengan kerajaan Iikhan yang
didirikan hulagukhan ini terpecah belah sepeninggal Abu sa”id . Masing-masing
pecahan saling memerangi. Akhirnya, mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah
antara lain adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana
sejarah Kerajaan Mongol di Persi (1258-1517) ?
2.
Bagaimana yang
dikatakan ciri-ciri mongol ?
3.
Bagaimana definisi umat
islam masih melahirkan ilmuan besar ?
1.3
Tujuan Pembahasan
Dari hasil pembahasan diatas, dalam penulisan ini penilis ingin
mengetahui tentang sejarah kerajaan Mongol Kerajaan
Mongol di Persi (1258-1517), dan
cirri-ciri masa mongol serta umat
islam masih melahirkan ilmuan besar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kerajaan
Mongol di Persi (1258-1517)
Masa
mongol dalam sejarah kebudayaan islam dimulai sejak jatuhnya Baghdad pada tahun
656H/1258M sampai masuknya tentara usmani ke Mesir kemudian menguasai Afrika
Utara,Jazirah Arab, Siria pada tahun 1517M di bawah pinpinan Sultan Salim.
Kekuasaan Mongol membujur dari perbatasan India di sebelah Timur sampai ke
perbatasan Siria di sebelah Barat, di celah-celah itu pernah keturunan persi
dan Arab menguasai Persi dan Irak dalam waktu singkat. Di daerah kekuasaan
Mongol ini berdiri daulah Elkhaniyah yang berkuasa di Irak dan Persi yang
kemudian digantikan oleh daulah Timuriyah. Daulah syaktaniyah yang menguasai
Turkistan dan Afganistan, kemudian juga di rebut oleh daulah Timuriyah.
Diluar
daerah kekuasaan Mongol berkuasa daulah keturunan Turki. Mereka berkuasa dari
perbatasan Siria di sebelah Timur sampai ke perbatasan Mesir di sebelah Barat,
terdiri daulah Mambluk di Mesir dan daulah Usmani di Asia kecil. Sedangkan
keturunan Arab berkuasa di Yaman dan Maghribi.
Pada
masa itu dunia Islam yang dikuasai keturunan Jenghis khan terpecah belah,
saling serang satu sama lain sehingga tidak ada kerajaan besar yang menjadi
tumpuan harapan ummat Islam dan sempat membangun. Hanya ada satu cabang di
India yang hanya mempunyai kekuasaan yang stabil, namun sayang harus bersaing
dengan umat Hindhu sehingga praktis juga tidak sempat membangun. Sultan-sultan
Mamluk di Mesir, walaupun daerahnya tidak mengalami penyerbuan Mongol tetapi di
serbu oleh Salibiyah, di tambah lagi Sultan-sultan Mamluk bukan dari satu
keturunan. Sehingga secara Praktis
daulah Mamluk pun tidak sempat
membangun. Dengan demikian masa Mongol ini merupakan masa perpecahan yang
sangat parah di dalam sejarah kebudayaan Islam.
2.2
Ciri-ciri
Masa Mongol
a. Berpindahnya Pusat ilmu.
Kegiatan ilmu yang pada masa Abbasiah
berpusat di kota-kota Baghdad, Bukhara, Naisabur, Ray, Cordova, Sevilla, ketika
kota-kota tersebut hancur maka kegiatan ilmu berpindah ke kota-kota Kairo,
Iskandariah, Usyuth ,Faiyun Damaskus, Hims, Halab dan lain-lain kota di Mesir
dan di Syam.
b. Tumbuhnya ilmu-ilmu baru.
Dalam masa ini mulai
mulai matang ilmu umron (sosiologi ) dan
filsafat tarikh (philosopy of history) dengan munculnya Mukuddimah Ibnu khaldun
sebagai kitap pertama dalam bidang ini juga mulai di sempurnakan penyusunan
ilmu Politik , ilmu tata usaha, ilmu peperangan, ilmu kritik sejarah.
c. Kurangnya kutubul Khanah .
Dalam zaman ini banyak
perpustakaan besar yang musnah bersama segala kitabnya karena terbakar atau
tenggelam di tengah-tengah suasana yang kacau waktu penaklukan Mongol di Timur dan penyerangan Spanyol di Barat Atau
permusnahan kitab-kitab dan perpustakaan sebagai akibat terjadinya pertentangan
sengit antara firkah-firkah agama. Atau karena menjadi rusaknya kertas dan
mengaburnya tinta akibat lapuk di makan usia.
d. Banyaknya sekolah dan mausua’t
Dalam
masa ini sekolah-sekolah yang teratur tumbuh subur , terutama di mesir dan
Syam, dan yang menjadi pusatnya adalah Kairo dan Damaskus . pembangun sekolah adalah
“Sultan Nurudin Zanky yang kemudian diikuti oleh raja dan Sultan sesudahnya.
Berdiralah berbagai corak Sekolah baik karena perbedaan Madazhab ataupun karena
kekhususan ilmu.
e. Penyelewengan ilmu
Dalam zaman ini umat
islam dan kaum terpelajar banyak yang melarikan diri kedunia pembahasan agama,
apalagi ketika persatuan politik tidak ada lagi dan sultan-sultan nya tidak
memperhatikan perkembangan dan kemurnian agama,umat islam maki tenggelam kepada
pembahasan bidang agama saja,bahkan lama kelamaan jayuh ke lmbah mistik dan
khurofat.
f. Kondisi ke agamaan
Penguasan mongol atas dalah islam hampir
memusnahkan unsur arab dan bahasanya,juga agama islam.dengan tindakan
pemusnahan, pembakaran dan pembunuhan selama peperangan maka rata lah kota dan
daerah yang dikuasai . Mereka
bunuh penduduk nya,mereka rampas harta nya,mereka runtuhkan gedung-gedung nya,mereka bakar kutubul khanakhnya,maka musnahlah
perbendarahan kebudayaannya.
a. juchi
khan keturunan jenghis khan yang menguasai lembah wolga,eropa timur dan eropa
tengah,menurunkan seorang yang namanya barka khan(1256-1266) .barka khan inilah
,arnold dalam the preaching of islam,merupakan keturunan jenghis khan yang
pertama-tama masuk islam.
b. chagatai
chan putra jenghis khan yang menguasai lembah turkistan timur,sin hiang,asia
tengah ( turkistan barat,tran sixiana) menurunkan seorang agama tagluk
timurkhan(1347-1363 m) yang menjadi sultan islam pertama dari keturunan
chagatai khan,ditangannya kerajaan yang dibentuk moyang ny itu menjadi
kesultanan islam.
c. demikian
juga keturunan yang lainya yang masuk menguasai india,akhirnya mendirikn
kerajan mukhal,(1526-1962) di india,suatu ke sultanan islam yang banyak berjasa
dalam meninggikan islam.kenyatan menunjukan bahwa bangsa yang ketika masih
biadab menghancurkan segala yang dimiliki islam.
2.3
Umat
Islam Masih Melahirkan Ilmuan Besar
Ketika kaum muslimin terendam darah
kesdihan ,serangan mongol sedang menghebat, pembunuhan, penghancuran, perampokan,dan
pemusnahan merajalela, masih juga umat islam dapat berfikir, menciptakan
sesuatu yang besar dan melahirkan ilmuan Internasional walaupun jumlahnya
sedikit, antara lain:
a. Ibnu Taimiyah
b. Nasir Ad-Din Tusi
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Adapun yang dapat penulis
simpulkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.
Bangsa mongol berasal
dari daerah pengunungan mongolia,yang membentang dari asia tengah sampai ke
siberia utara, tibet selatan, dan manchuria barat serta turkistan timur.
2.
Kemajuan bangsa mongol
secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan yasugi bahadur khan.
3.
Mongol ini merupakan
masa perpecahan yang sangat parah di
dalam sejarah kebudayaan Islam.
3.2 Saran
Pada
masa itu dunia Islam yang dikuasai keturunan Jenghis khan terpecah belah,
saling serang satu sama lain sehingga tidak ada kerajaan besar yang menjadi
tumpuan harapan ummat Islam dan sempat membangun. Oleh karena itu, mongol termasuk salah satunya bangsa perpecahan yang
parah dalam kebudayaan islam.
DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 1993
Sunanto,
Musyrifah, Sejarah Islam Klasik
(Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam), Jakarta: Perdana Media Group, 2007
Makasih ya infonya dapat menambah pengetahuan kita semuanya
ReplyDeleteHarga Tepung sagu