Makalah : Tema Project Based Learning dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka sudah final digunakan sebagai kurikulum baru di
Indonesia. Hal ini sesuai dengan Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Pedoman
Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) dan
juga sebagai pedoman Penerapan Kurikulum Baru di Sekolah Non Peserta Program
Sekolah Penggerak.
Kurikulum Merdeka terdiri dari kegiatan intrakurikuler seperti kegiatan
pembelajaran tatap muka di kelas bersama guru serta pengerjaan atau
melaksanakan proyek (project based learning). Dalam
kurikulum ini, sebanyak 20 sampai 30 persen jam pembelajaran dalam satu tahun dialokasikan
untuk mengerjakan proyek kelompok guna mengatasi permasalahan dalam dunia
nyata.
Kegiatan project based learning dinilai bukan
hanya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan seru akan tetapi, juga
membantu guru serta peserta didik untuk mengembangkan karakter dan soft skill
penting. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran juga jadi lebih bermakna.
Untuk kelancaran
dan kemudahan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis proyek, maka sekolah
dan guru bisa mengikuti tema-tema yang sudah dianjurkan atau diusulkan dalam
kurikulum merdeka. Setidaknya terdapat 7 tema yang sudah ditetapkan dalam
kurikulum merdeka, yaitu:
1. Bangunlah jiwa dan raganya
2. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI
3. Bhinneka Tunggal Ika
4. Gaya hidup berkelanjutan
5. Kearifan lokal
6. Kewirausahaan
7. Suara demokrasi
Adapun langkah-langkah
pembelajaran Project Based Learning untuk ke tujuh tema tersebut dalam
dilakukan sebagai berikut :
a. Penentuan pertanyaan mendasar
Pembelajaran
dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi
penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan
sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan
sebuah investigasi mendalam.
b. Mendesain perencanaan proyek
Perencanaan
dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik. Dengan demikian
peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut.
Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat
mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan
berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat
diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
c. Menyusun jadwal
Guru
dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam
menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
- Membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek,
- Membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek,
- Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru,
- Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan
- Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan.
d. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
Guru
bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik
selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi
peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor
bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah
rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.
e. Menguji hasil
Penilaian
dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan
dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik
tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu guru dalam
menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
Pada
akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap
aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan
baik secara individu maupun kelompok.
Demikian sekilas tentang tema project based learning dalam kurikulum merdeka, semoga bermanfaat bagu para guru sekalian, shingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai. (mrz)
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda