Pembelajaran Project Based Learning dalam kurikulum Merdeka
Pembelajaran Project Based Learning dalam kurikulum Merdeka
Pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan pada kurikulum merdeka saat ini adalah pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered) yang salah satunya yaitu pembelajaran Project Based Learning.
Project Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek/ kegiatan sebagai inti pembelajaran, dimana peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintetis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk belajar.
Selama ini, pembelajaran
Project Based Learning sangat jarang digunakan oleh guru, karena memang dalam
prakteknya memerlukan persiapan yang cukup dan pengerjaannya lama. Sehingga
pada kurikulum merdeka sekarang ini, guru dituntut untuk melaksanakannya, hal
ini tentunya sesuai dengan keunggulan yang dimiliki oleh pembelajaran Project
Based Learning itu sendiri.
Adapun karakteristik dari Pembelajaran Project Based Learning Menurut Daryanto dan Raharjo (2012) yaitu
- Peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja.
- Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik.
- Peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan.
- Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan.
- Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu.
- Peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan.
- Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif.
- Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.
Langkah-langkah
pelaksanaan pembelajaran PJBL (Project Based Learning) sebagai berikut:
- Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.
Tahap
ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap
pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada
- Mendesain perencanaan proyek.
Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan
- Menyusun jadwal sebagai langkah nyatadari sebuah proyek.
Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target
- Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
Peserta
didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan
Secara lebih rinci langkah-langkah model pembelajaran Project Based Learning sebagai berikut :
a. Penentuan pertanyaan mendasar
Pembelajaran
dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi
penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan
sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan
sebuah investigasi mendalam.
b. Mendesain perencanaan proyek
Perencanaan
dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik. Dengan demikian
peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut.
Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat
mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan
berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat
diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
c. Menyusun jadwal
Guru
dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam
menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
1). Membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek,
2). Membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek,
3). Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru,
4). Membimbing peserta didik ketika mereka
membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan
5). Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan.
d. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
Guru
bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik
selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi
peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor
bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah
rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.
e. Menguji hasil
Penilaian
dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan
dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik
tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu guru dalam
menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
f. Mengevaluasi pengalaman
Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.
Demikian sekilas
tentang pembelajaran project based learning yang dapat dilakukan oleh guru dalam menerapkan kurikulum
merdeka. Sehingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai. Selain
itu, dalam kurikulum merdeka untuk juga diperlukan penguatan karakter pelajar
Pancasila.
Referensi :
Daryanto, dan Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media.
Mulyasa. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda