SKRIPSI 1 : PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE TO PICTURE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
PENGARUH
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
PICTURE TO PICTURE TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA
PADA MATERI PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP
DENGAN
LINGKUNGANYA DI KELAS V
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan
merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam peranannya di masa akan
datang. Pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga dilanjutkan dalam
lingkungan sekolah dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat, yang hasilnya
digunakan untuk membangun kehidupan pribadi, agama, masyarakat, keluarga dan
negara. Merupakan suatu kenyataan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili
lembaga yang bertanggung jawab di dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, akan
tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat yang
sering disebut dengan Tri Pusat Pendidikan.
Pengembangan
bidang pendidikan mendapat perhatian sangat besar dari pemerintah terutama
pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, diharapkan mampu menghasilkan masyarakat yang
cerdas, maju, mandiri, terampil, siap pakai dan berkualitas. Penerapan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi sekarang ini telah mulai diterapkan di lingkungan
pendidikan Sekolah Dasar. Karena pendidikan Sekolah Dasar merupakan awal dari
tertanamnya pendidikan formal.
Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi menuntut pengembangan kemampuan siswa SD dalam bidang
akademis, terutama pada 5 bidang studi yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika,
Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial. Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi sangat diperlukan untuk melanjutkan belajar ke sekolah yang lebih
tinggi maupun untuk mengembangkan bakat, minat dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Misalnya dengan mata pelajaran IPA dapat melatih keterampilan anak untuk berfikir
secara kreatif dan inovatif dan juga merupakan latihan awal bagi siswa untuk
berfikir dalam mengembangkan daya cipta dan minat siswa secara dini kepada alam
sekitarnya.
Sehubungan
dengan hal tersebut diatas jelas bahwa pembelajaran IPA menunjang kemajuan
perkembangan teknologi. Keberhasilan pembelajaran IPA ditentukan oleh berbagai
hal antara lain, kemampuan siswa dan kemampuan guru itu sendiri di dalam
melaksanakan proses belajar-mengajar yang bermakna sesuai dengan tujuan
pengajaran IPA yang terdapat dalam kurikulum.
Selengkapnya
Selama ini
proses pembelajaran IPA (sains) pada materi tumbuhan hijau, hasil belajar yang
di peroleh siswa masih banyak yang di bawah KKM atau hanya sekitar 41,7% siswa
yang memperoleh nilai 65 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 64. Adapun nilai KKM
yang ditentukan oleh sekolah untuk mata pelajaran IPA yaitu 65, hal ini terjadi
karena guru kurang adanya penggunaan pendekatan, media dan metode yang tepat,
sehingga cenderung guru yang aktif dan siswa pasif.
Selama
ini proses pembelajaran di sekolah tersebut masih menggunakan metode
tradisional dimana proses pembelajaran hanya berpusat pada guru (teacher
centered ) siswa hanya duduk, mendengarkan, mencatat dan menghafal. Guru
tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide-idenya, serta
guru tidak memberikan kepada siswa untuk mengeksplorasi yang terkandung dalam
materi yang diajarkan. Dengan dilaksanakannya kegiatan pembelajaran yang
berpusat pada guru suasana belajar jadi tidak menarik, tegang dan membosankan.
Dengan demikian
pemilihan suatu model atau metode yang tepat dalam pembelajaran suatu pokok
bahasan harus dilakukan. Selain itu, pendekatan sebaiknya dilakukan agar model
pembelajaran yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan optimal. Agar siswa
dapat menyusun pengetahuan sendiri serta dapat mengaplikasikan konsep yang
mereka miliki dengan cara menyelesaikan permasalahan yang merupakan bahan ajar
dari pembelajarannya, model pembelajaran kooperatif tipe picture to picture dapat
menjadi salah satu alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA.
Model
pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan
pada sikap dalam bekerja atau membantu sesama secara teratur. Keberhasilan
kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari sikap anggota kelompok itu
sendiri. Dalam pembelajaran ini, siswa merupakan bagian dari suatu sistem
kerjasama dalam mencapai hasil yang optimal daam belajar. Melalui pembelajaran
kooperatif, guru tertantang untuk lebih mengenali siswanya. Siswa akan merasa
lebih dihargai bila diberikan kesempatan menjawab dan bertanya.
Berdasarkan
latar belakang di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pengaruh
penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to Picture terhadap prestasi belajar siswa pada materi Penyesuaian
Makhluk Hidup dengan Lingkunganya di kelas V SD.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penggunaan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to
Picture terhadap prestasi belajar siswa pada materi Penyesuaian Makhluk
Hidup dengan Lingkunganya di kelas V SD?
1.3
Tujuan
Penelitian
Sesuai
dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture
to Picture terhadap prestasi belajar siswa pada materi Penyesuaian Makhluk
Hidup dengan Lingkunganya di kelas V SD.
1.4
Manfaat
Penelitian
1.
Manfaat
Teoritis
Memberikan
wawasan dan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan dan
ilmu pengetahuan lain yang terkait.
2.
Manfaat
Secara Praktis
a.
Bagi
Siswa
1) Dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi IPA khususnya materi penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya.
2) Dapat
meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam bidang studi IPA khususnya materi penyesuaian
makhluk hidup dengan lingkungannya.
b.
Bagi
Guru
1) Memberi
wawasan bagi guru pentingnya penerapan model pembelajaran langsung dalam proses
pembelajaran IPA khususnya materi Penyesuaian Makhluk Hidup dengan Lingkungannya.
2) Dapat
menemukan solusi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi
IPA khususnya materi Penyesuaian Makhluk Hidup dengan Lingkungannya.
1.5
Anggapan Dasar
Penelitian
Sebelum
penulis mengajukan hipotesis terlebih dahulu kita tinjau anggapan dasar dari
penelitian ini. Anggapan dasar atau postulat adalah segala sesuatu yang menjadi
tumpuan segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang diteliti,
(Surachmad, 2002: 38). Adapun yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian ini
adalah model pembelajaran merupakan salah satu faktor utama yang dapat membantu
proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan setiap siswa
memiliki potensi yang sama untu mencapai prestasi belajar yang optimal.
1.6
Hipotesis
Penelitian
Hipotesis
adalah dugaan sementara yang masih perlu dibuktikan kebenarannya, (Arikonto, 2002
: 39). Maka yang menjadi hipotesis penelitian ini adalah “Terdapat pengaruh penggunaan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to
Picture terhadap prestasi belajar siswa pada materi Penyesuaian Makhluk
Hidup dengan Lingkunganya di kelas V SD”.
1.7
Definisi Istilah/Operasional
Definisi
operasional ini dimaksudkan untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata/istilah
kunci yang diberikan dengan judul penelitian.
1.
Prestasi
belajar adalah : merupakan kesempurnaan dalam berfikir merasa dan berbuat.
Peserta didik dikatakan sempurna jika memenuhi
tiga aspek yaitu kognitif, afektif, psikomotorik.
2.
Model
Pembelajaran kooperatif tipe Picture to
Picture merupakan salah model pembelajaran kooperatif
dengan jenis bahasa yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan
lewat tanda dan simbol.
3.
Penyesuaian
makhluk hidup dengan linkungannya adalah suatu proses yang terjadi dimana
makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungan
untuk memperoleh makanan dan melindungi dirinya dari musuh.
untuk lebih lengkap hubungan Hp. 085260495696 (cuma SMS)
Comments
Post a Comment
Silahkan Beri Komentar Anda